Pelajaran Arsenal dari Big Sam – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Pelajaran Arsenal dari Big Sam

LONDON – Sam Allardyce lebih sering jadi pecundang begitu dia menghadapi Arsene Wenger. Selama dua windu dua pelatih kawakan ini memelihara rivalitasnya di Premier League, Wenger memenangi 16 kali dari total 26 kali head to head dengan Allardyce. Namun bentrok ke-27-nya di Selhurst Park, London, Selasa dini hari kemarin WIB (11/4) jadi pelajaran Arsenal khususnya sang pelatih Arsene Wenger.

Karena ini kali pertama sejak 3 Mei 2010 Wenger takluk di klub yang dibesut Allardyce. Tidak cuma itu, kekalahan 0-3 pada laga ke-30 Arsenal di Premier League tersebut jadi momen terburuk bagi Wenger. Baginya itu kekalahan terbesar atas tactician yang akrab disapa Big Sam tersebut.Dilansir Daily Star, mantan pelatih timnas Inggris itu pun mengaku sudah mengetahui di sisi mana letak kelemahan Arsenal berada sejak sebelum laga. ”Karena mereka meninggalkan 2 pemain belakang, seperti (Shkodran) Mustafi dan Gabriel yang benar-benar bisa dengan mudah dieksploitasi,” ucap Allardyce.
”(Nacho) Monreal dan (Hector) Bellerin bermain layaknya seorang winger, mereka main menusuk ke dalam bersama dengan penyerang, dan sebagai pemain bertahan mereka malah tak bisa kembali ke posisi awalnya. Jadi, begitu kami memancing mereka untuk naik, maka mereka akan memberikan ruang di kotak penaltinya,” lanjut Allardyce.

BACA JUGA :  Rekor Arsene Wenger

Wilfiried Zaha yang jadi aktor penting di balik terjadinya ketiga gol yang menembus jala gawang Emiliano Martinez. Sekalipun dia tak ikut mencatatkan namanya di papan skor, assist-nya ke Andros Townsend dan Yohan Cabaye sukses berbuah gol. Gol Townsend pada menit ke-17, lalu Cabaye menit ke-63.

Satu gol lainnya dari eksekusi penalti Luka Milivojevic berselang lima menit setelah gol Cabaye. Penalti itu diberikan wasit Michael Oliver setelah Martinez melanggar Townsend. Dari proses dua gol itu, semuanya berasal dari lambatnya kedua sayap menutup pergerakan bomber-bomber Palace.

BACA JUGA :  Rekor Arsene Wenger

Dan, rata-rata dari sisi kiri pertahanan Palace gol-gol tersebut bermula. Tetap saja, posisi lemah pertahanan Arsenal dari sisi yang ditempati Monreal. Meski demikian, Bellerin yang ada di sisi kanan pun juga tak lepas dari boo Gooners – sebutan fans Arsenal. ”Semua berjalan apik, game plan berjalan sempurna malam ini (kemarin, Red),” sebut Allardyce.

BACA JUGA :  Rekor Arsene Wenger
1 of 2

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top