65 Paket Tuntas Dilelang, BLP Saving Rp 6,2 Miliar – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

65 Paket Tuntas Dilelang, BLP Saving Rp 6,2 Miliar

Rony Yacob Laute

kendaripos.fajar.co.id — Harapan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sultra, Lukman Abunawas agar serapan anggaran lebih dimaksimalkan di triwulan kedua bisa terwujud. Pasalnya, proses lelang untuk sejumlah proyek tahun ini sudah tuntas. Dari data Biro Layanan Pengadaan (BLP) Setda Provinsi Sultra tercatat sudah 65 dari ratusan paket sudah punya pemenang tender.

Kepala BLP Barang dan Jasa Setda Sultra, Rony Yakob Laute mengatakan penerapan proses tender melalui elektric goverment saat ini sebelum masuk dimeja tender, BLP harus mengevaluasi Kerangka Acuan Kerja (KAK) terlebih dulu. Sebab, mekanisme pengawasaanya juga lebih ketat. “Setelah KAK diusulkan oleh SKPD, itu harus dievaluasi lagi karena sistim e-Government mekanismenya sudah seperti itu. Di dalam e-Goverment itu sudah ada polisinya, jaksanya dan lain-lainnya,” ujar Rony Yakob Laute, Selasa (10/4).

Karena itu pula, lelang proyek dilakukan bertahap dan akan terus berjalan hingga Desember nanti. Dari 65 proyek yang sudah ditender itu jika ditotal nominal anggarannya senilai Rp 365 miliar. “Rp 365 miliar itu sudah termasuk dana APBD dan APBN,” ungkap Pj Bupati Muna Barat itu.

Beberapa paket lelang yang tuntas itu disebutkannya sebagian besar adalah paket konstruksi dari dinas ke-PU-an. Ada pembangunan gedung perkantoran seperti Dispenda, BLH dan ada pula paket jasa. Tak hanya tuntas menggelar lelang dengan transparan pada sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BLP juga mampu menerapkan prinsip efisiensi anggaran. Terbukti, BLP bisa mendapat dana saving Rp 6,2 miliar. “Masih bisa bertambah, karena APBD kita itu Rp 2,4 triliun. Jadi masih banyak paket yang belum dilelang,” imbuhnya.

Rony Yakob Laute memastikan dana saving itu didapatkan tanpa mengabaikan jaminan kualitas proyek yang dilelang. Artinya, tidak semua penawaran terendah otomatis menjadi pemenang tender. “Misalnya nilai proyek kita Rp 2 miliar, kemudian ada yang menawar Rp 1,8 miliar dan Rp 1,5 miliar, lalu yang menang nanti bisa jadi penawar Rp 1,8 miliar. Sebab ada hitungannya, IT akan menyaring. Jangan sampai murah tapi tidak tuntas,” paparnya.

Dana saving itu akan masuk ke kas daerah dan bisa dipergunakan untuk kebutuhan lain pada APBD Perubahan nantinya. “Walaupun sumbernya dari paket kontruksi, itu bisa dipakai di sektor pendidikan, asal prioritas,” tandasnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top