Guru dan Siswa Jangan Curang Saat Ujian Nasional – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Guru dan Siswa Jangan Curang Saat Ujian Nasional

kendaripos.fajar.co.id — Ujian Nasional (UN) SMA akan digelar, hari ini (10/4). Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra,  ada 32.688 siswa di 391 sekolah bakal ikut ujian. Sebagaimana halnya UN SMK, ujian kali ini juga tidak menjadi penentu kelulusan. Hanya saja tetap penting untuk penilaian masuk kampus favorit.

Pakar Pendidikan Sultra, Prof. Abdullah Alhadza berharap guru dan siswa tetap mengutamakan kejujuran saat pelaksanaan ujian nasional. Terutama kepada guru, meski tidak menjadi penentu kelulusan, bukan berarti seenaknya membantu siswa dengan memberikan jawaban.

“Bukan masalah kalau UN tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa. Namun yang harus diperhatikan, jangan sampai sekolah bermain-main dalam pelaksanaannya. Begitu pun dengan motivasi belajar siswa, tidak boleh menurun hanya karena tahu bukan lagi penentu kelulusan,” pesan Prof Abdullah Alhadza saat ditemui, kemarin.

Ketua Dewan Pendidikan Sultra menambahkan, kejujuran dalam pelaksanaan UN diperlukan supaya siswa tetap menjaga semangat dalam belajar. Sebab, nilai yang mereka dapatkan akan menentukan kampus tujuannya kelak. “Kalau siswa merasa nilai UN penting, pasti dia tetap akan belajar keras. Lain halnya kalau merasa akan dibantu guru, pasti malas. Dan ini tidak bagus buat siswa dan sekolah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  32.688 Siswa Jenjang SMA di Sultra Akan Ikuti Ujian Nasional

Bukan hanya itu, nilai UN juga akan menjadi “senjata” buat siswa saat melamar pekerjaan, andai tidak lanjut studi. Nah, kalau nilainya jelek pasti perusahaan atau lembaga apapun berpikir untuk menerimanya bekerja. “Proses edukasi seperti ini harusnya diberikan pada siswa supaya tetap semangat belajar,” jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, adanya sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebenarnya sangat baik. Dia menilai itu sangat tepat untuk mendorong integritas siswa dalam UN. Bisa dipastikan dalam UNBK tidak memungkin adanya kecurangan, sehingga siswa akan terdorong untuk belajar giat.

“Saya juga setuju UN tidak seketat sebelumnya. Sudah semestinya tidak melibatkan pihak lain apalagi pihak kepolisian dalam pelaksanaannya. Jika melibatkan polisi, justru terkesan bisa menimbulkan pidana. Itulah mengapa selama ini, UN selalu dicitrakan seolah-olah memposisikan siswa sebagai calon-calon kriminal sehingga UN begitu menakutkan, padahal biasa-biasa saja,” katanya.

Menurutnya, namanya ujian, mestinya ada yang lulus dan ada tidak lulus. “Hanya memang sebisa mungkin jumlah lulus lebih banyak dari yang tidak. Itu sebagai tanda bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik,” terangnya.

BACA JUGA :  Menteri Anies Klaim Laporan Masalah Pelaksanaan UN 2016 Menurun

Pelaksanaan UN SMA juga mendapat perhatian serius DPRD Sultra. Terutama Komisi IV yang membidangi persoalan pendidikan. Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo meminta supaya  guru memberikan contoh yang baik dengan tidak memberikan kemudahan kepada siswa selama ujian berlangsung.  “Ini UN pertama SMA setelah kewenangan diambil alih provinsi. Kami berharap kecurangan-kecurangan yang pernah terjadi tidak lagi terulang,” kata Yaudu, kemarin.

Politisi PKS ini mengaku, pihaknya akan ikut mengawasi pelaksanaan UN. “Kami akan awasi, namun dengan personil terbatas tentu tidak dapat menjangkau semua. Kita harapkan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan dalam pengawasan pelaksanannya,” harapnya.

Yaudu juga menjelaskan, meski tidak lagi menjadi penentu kelulusan, pelaksanaan UN tetap penting. Pasalnya, hasilnya akan memetakan kemampuan siswa dalam melanjutkan jenjang pendidikannya. “Ini juga menjadi pembuktian atas penguasaan siswa terhadap pelajaran yang diberikan guru selama ini,” katanya.

Menurutnya, tidak berguna proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa jika kecurangan dalam proses ujian nasional masih tetap terjadi. “Kalau tetap memberikan kemudahan mendingan guru saja yang melakukan ujian. Meski tidak lagi menjadi penentu, minimal  bisa memetakan kualitas pendidikan kita. Apa yang menjadi kekurangan selama penyelenggaraan ujian bisa dilakukan perbaikan berikutnya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Yaealaa.. Lima Siswi Gagal Ujian Gara-gara Ngebet Nikah

Soal sanksi yang akan dikenakan kepada oknum guru yang melakukan kecurangan, Yaudu menyerahkan kepada dinas terkait. “Kalau kita dapat laporan, nanti oknum bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Apapun hasil dari pemanggilan itu kita rekomendasikan kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Kalau terbukti melakukan kecurangan, harus diberi sanksi supaya ada efek jera,” ucapnya.

Ketua Panitia UN SMA Sultra, Saenal Kamase mengungkapkan, seluruh SMA penyelenggara UN sudah siap. Baik sekolah pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Dihari pertama ujian, diawali dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Dalam sehari hanya mengujikan satu mata pelajaran saja. UNBK akan berlangsung sebanyak tiga sesi sehari, yang dimulai pada 07.30 wita. Berbeda dengan UNKP, ujiannya baru akan dimulai pada 10.30, berarti pada sesi kedua UNBK,” jelasnya. (KP)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top