Satu Wadah, Proyek Integrasi BUMDes Dimulai – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Satu Wadah, Proyek Integrasi BUMDes Dimulai

Eko Putro Sandjojo

kendaripos.fajar.co.id — Pemerintah memulai tahapan awal untuk mengintegrasikan seluruh BUMDes di Indonesia dalam satu wadah. Untuk saat ini, pihaknya mulai menyasar untuk pengelolaan 5.947 BUMDes yang tersebar di lima provinsi di Jawa. Skema yang digodok di empat wilayah  itu nantinya bakal jadi referensi untuk membentuk holding nasional.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo menyatakan, proyek percobaan memang sengaja dilakukan di wilayah Jawa karena dukungan infrastruktur yang sudah memadai. Pihaknya memilih tiga sampai lima kabupaten setiap provinsi untuk diintegrasikan.

’’Jadi, ini nantinya bukan hanya untuk mendorong potensi setiap desa. Namun, menghubungkan setiap desa menjadi jaringan dagang paling luas di Indonesia. Dengan begitu, pasti postensi ekonominya super besar,’’ ujarnya saat ditemui usai diskusi Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi Desa di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (9/4).

PT Mitra BUMDes nantinya bakal bekerja sebagai kekang bagi oknum yang ingin menjadikan lembaga usaha desa untuk keuntungan pribadi. Hal tersebut dengan menyerap 51 persen saham di setiap BUMDes yang ada. ’’Saat ini masih di beberapa Kabupaten. Jika sudah matang maka kami sebarkan ke wilayah lain sampai BUMDes eksisting di Jawa tergabung dalam holding,’’ jelasnya.

Soal teknis pembentukan, dia mengaku saat ini masih menyimpan dua skema. Skema pertama adalah pembentukan perusahaan modal venture dari himpunan bank milik negara (Himbara)  untuk menyumbangkan dana penyerapan saham BUMDes. Sedangkan PT Bulog bakal bertindak sebagai operator dari holding tersebut.

Dalam skema kedua, pihaknya bakal melakukan kerjasama channeling dari bank pelat merah yang berbeda di setiap kabupaten. Dalam skema ini, Bulog bakal menjad membentuk menjalankan anak perusahaan sendiri. ’’Yang jadi faktor pertimbangan kami adalah larangan OJK bagi bank untuk masuk sektor riil. Jadi kami akan pilih skema paling cocok,’’ jelasnya.

Untuk sementara, PT Bulog sudah masuk ke 22 kabupaten melalui kerjasama dengan beberapa bank BUMN. Contohnya untuk lima kabupaten di Provinsi Jawa Timur, pihaknya bekerjasama dengan Bank BNI untuk melakukan penguatan modal, sumber daya,  jika jaringan dari BUMDes yang ada. Hal ini dirasa bakal membuka keran potensi dari BUMDes yang selama ini kurang bekerja dengan baik.

’’Ada BUMDes yang bisa mendapatkan omset hingga Rp 10 miliar per tahun tapi ada juga yang hanya sampai Rp 200 juta. Salah satu masalahnya adalah kompetensi sumberdaya. Itu yang harus dibantu,’’ tegasnya. (bil)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top