2018, Pemprov Hentikan Beasiswa Cerdas Sultraku – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

2018, Pemprov Hentikan Beasiswa Cerdas Sultraku

kendaripos.fajar.co.id — Program beasiswa Cerdas Sultraku yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sultra sejatinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) putra putri Sultra. Namun hingga saat ini masih terdapat ratusan mahasiswa yang belum menuntaskan studinya di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah.

Lamanya studi dari target empat tahun bagi mahasiswa strata satu tentu akan membebani APBD Sultra dan APBD kabupate/kota. Sebab, beasiswa dalam Cerdas Sultraku itu di alokasikan pada APBD. Hingga kini, Pemprov Sultra dan Pemda masih harus menunaikan kewajiban pembayaran biaya kuliah bagi mahasiswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Damsid (pegang kertas)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Damsid mengatakan tahun ini merupakan tahun terakhir Pemprov Sultra membiayai pendidikan mahasiswa Cerdas Sultraku. Pemda Provinsi dan kabupaten/kota hanya membiayai biaya studi mahasiswa selama empat tahun.

“Tahun ini terakhir. Bagi mahasiswa yang belum merampungkan studinya hingga tahun ini, maka konsekuensinya mereka harus menanggung sendiri beban biaya SPP. Tahun 2018 kita sudah putus biayanya,” ujar Damsid saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional SMK.

Pembiayaan beasiswa tersebut bersumber dari APBD Pemprov dan juga APBD kabupaten/kota. Pemprov Sultra, menanggung 50 persen total biaya kuliah mahasiswa, sedangkan sisanya ditanggung oleh masing-masing pemda. Biaya yang ditanggung oleh Pemda hanyalah biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mahasiswa.

Tahun ini, Pemprov Sultra kembali menganggarkan pelunasan biaya program Cerdas Sultraku yang sempat meraih rekor muri Indonesia tersebut. “Tahun ini kita siapkan Rp 1 miliar lebih untuk melunasi biaya SPP mahasiswa di Unissula,” jelas Damsid.

Damsid menambahkan pembiayaan mahasiswa Cerdas Sultraku juga dilakukan berbasis prestasi dan nilai kumulatif yang baik. “Kita juga ada evaluasi nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka untuk menjaga kualitas lulusan. Jika tak memenuhi standar IPK 3,0 di semester akhir, maka kita akan putus beasiswanya,” pungkas Damsid. (p12/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top