KPU Optimis, MK Tolak Gugatan 3 Daerah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

KPU Optimis, MK Tolak Gugatan 3 Daerah

kendaripos.fajar.co.id KENDARI-Sidang putusan sela (dismissal) gugatan PHP Kada Buton Selatan (Busel) akan digelar hari ini, Senin (3/4). Dalam sidang ini, bakal diketahui gugatan ditolak atau diterima. Sebagai termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) optimis gugatan ditolak.

Komisioner KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib menjelaskan, kalau hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan perkara dengan berpedoman pada ketentuan pasal 158 UU nomor 10 tahun 2016, maka sudah pasti gugatan PHP Kada Busel ditolak. Begitu juga dengan PHP Kada Kota Kendari dan Buton Tengah yang akan digelar, Selasa (4/4).

“Kami yakin MK tetap mengacu pada aturan yang ada. Makanya, kami optimis gugatan tiga daerah ini ditolak,” kata Abdul Natsir saat dihubungi dari Jakarta, kemarin. Pria yang akrab disapa Odjo ini enggan menjelaskan lebih jauh, soal peluang gugatan ditolak. Karena sebagai penyelenggara, pihaknya tetap siap apapun keputusan MK.

“Kita tunggu saja putusan yang akan dibacakan,” ujarnya. Lebih jauh dia menjelaskan, putusan dismisall adalah soal gugatan diterima atau tidak. Makanya, paling lambat tiga hari pasca putusan, KPU akan menindaklanjutinya untuk penetapan calon terpilih. “Tapi, kalau putusan MK menyatakan lanjut pada pembuktian maka KPU akan menyiapkan saksi dan alat bukti yang relevan dengan dalil-dalil yang dimohonkan pemohon pada sengketa PHP Kada di MK,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa KPU sudah memberikan jawaban selaku termohon atas dalil-dalil yang disampaikan pemohon. “Kita juga sudah memberikan bantahan dengan menunjukan fakta/data berdasarkan ketentuan perundang-undangan berlaku. Maka pada sidang pembacaan putusan nanti, apapun keputusan MK bagi KPU senantiasa akan menghormati dan menindaklanjuti apapun bentuk keputusannya. Saat ini kami Sudah siap untuk menghadiri dan mendengarkan pembacaan putusan dimaksud,” terangnya.

Juru Bicara MK, Fajar Laksono mengatakan, pihaknya telah mengirim semua jadwal sidang putusan ke semua pihak yang bersengketa. Khusus di Sultra, sidang dismissal PHP Kada Kabupaten Busel memang akan digelar hari ini, Senin (3/4). “Kalau belum ada jadwalnya, ditunggu saja. Mungkin setelah tuntas dulu yang ada,” katanya, kemarin.

Tapi Fajar tidak menapik bila tidak menutup kemungkinan sidang putusan disimissal bagi daerah yang belum terjadwal akan diterima untuk sidang tahap lanjutan. “Bisa jadi tapi kita lihat saja nanti, saat sidang hari Senin dan Selasa nanti, ” tambahnya.

Sementara itu, Calon Bupati Bombana, Kasra Jaru mengatakan pengalaman di tahun sebelumnya bila daerah yang menggugat tidak terjadwal dalam sidang putusan dismissal berarti permohonannya diterima. “Saya optimis gugatan diterima dan sidang berlanjut,” ujarnya, kemarin.

Calon Bupati Busel, Agus Feisal mengatakan selaku pihak terkait, ia optimis bila gugatan yang diajukan pemohon akan ditolak karena tidak memenuhi syarat selisih perolehan suara. Menurutnya, MK masih konsisten menerapkannpasal 158 undang-undang nomor 8 tahun 2015 dan peraturan MK. Pemohon tidak punya legal standing, bahkan pelanggaran yang dilaporkan tidak dapat dibuktikan.

Hasil putusan MK, kata dia tentunya akan dilaporkan ke DPRD setelah KPU setempat pleno pemenang. Lalu kemudian untuk diteruskan ke Mendagri melalui gubernur. Masyarakat ingin mengingkan pimpinan pemerintahan yang pasti bukan transisi. “Masyarakat ingin pemimpin dari hasil dari demokrasi yang selama ini berjalan,” katanya.

Kuasa Hukum Abdul Razak-Haris Andi Surahman, Syahiruddin Latief mengaku optimis bila gugatannya diterima. Sebab bukti yang dibawa saat sidang pendahuluan menunjukan adanya kecurangan saat Pilkada di Kota Kendari. Ambang batas selisih perolehan suara, menurutnya tidak lagi menjadi acuan hakim untuk menerima dan menolak gugatan. Sebab hakim juga menilai materi gugatan dan fakta persidangan.

“Kita kan temukan adanya kecurangan saat Pilkada. Misalnya, pemilih ganda, ada C6 orang lain yang digunakan untuk memilih,” ujar dia. Apa langkah berikutnya bila gugatan ditolak? Ia belum mau berandai-andai mengenai gugatan ditolak. Sebab ia sangat yakin bila gugatan akan diterima sehingga masuk ke sidang tahap selanjutnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum KPU Kendari, Abdul Rahman mengatakan hakim tentu berpegang pada acuan selisih perolehan suara. Di mana gugatan Kendari melebih ambang batas selisih perolehan suara yang ditentukan.

Di mana selisih perolehan suara maksimal 1,5 persen, sedangkan selisih pasangan calon peraih suara terbanyak dan penggugat lebih dari empat persen. Tentu itu telah melewati ketentuan yang disyaratkan MK. Jadi ia optimis bila gugatan pemohon akan ditolak. “Saya yakin dan berani katakan bila gugatan Kendari, ditolak hakim, “imbuhnya. (b/yog/dan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top