Mau Paket Proyek, Harus “Membuang” Dulu? – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Timur

Mau Paket Proyek, Harus “Membuang” Dulu?

kendaripos.fajar.co.id, TIRAWUTA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) saat ini sedang giat melakukan pembangunan sejumlah infrastruktur dan pengadaan jasa pada berbagai sektor. Untuk pengerjaannya diserahkan pada sejumlah kontraktor. Namun informasi yang berhembus di kalangan penyedia jasa itu sendiri, untuk mendapatkan paket pekerjaan tersebut, mereka harus menyetorkan sejumlah dana lebih dulu. Untuk paket pekerjaan di bawah Rp 200 juta akan didapatkan jika sudah “membuang” dana hingga Rp 30 juta. Sementara untuk nominal kontrak lebih besar, setorannya pun bertambah. Dengan begitu, kontraktor tak harus repot mengikuti proses lelang sebab akan langsung mendapatkan surat kontrak pekerjaan dari instansi penanggungjawab kegiatan.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemkab Kolaka Timur, Sahrul menepisnya. Ia mengaku, semua proses tender proyek dilakukan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Pihak ULP tidak tahu-menahu tentang adanya praktik mahar untuk mendapatkan paket proyek. “Kami bersama staf sudah melakukan sesuai peraturan dan proses lelang proyek dilakukan secara terbuka. Kami hanya melakukan penayangan saja. Jadi tidak benar ada praktik “membuang” baru bisa dapat proyek,” kilahnya, saat dihubungi, Kamis (30/3).
Menurut Sahrul, pihaknya hanya menerima usulan penayangan paket pekerjaan dari PPK atau Dinas teknis, karena mereka yang melengkapi dokumen lelangnya. “Setelah itu baru dilakukan lelang. Itupun harus ada instruksi bahwa proses tayang bisa dimulai,” jawabnya lagi.

Sementara itu Kabag Pembangunan dan SDA, La Pala yang dikonfirmasi terpisah mengaku belum tahu tentang yang praktik pembelian proyek tersebut. “Saya orang baru, masih belajar untuk mengetahui semuanya” alasannya. La Pala diketahui baru menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Mariono. Mantan Kabid Aset Daerah itu mengatakan, pihaknya tak masuk dalam sistem pelelangan sejumlah proyek pembangunan dan pengadaan. “Saya tidak tahu juga kalau ada seperti itu. Sampai sekarang saya belum pernah temukan,” tandasnya. (kus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top