Limbah Tambang Cemari Laut di Pulau Kabaena – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Bombana

Limbah Tambang Cemari Laut di Pulau Kabaena

Ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id — Proses pengelolaan tambang di Pulau Kabaena Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dirasakan dampaknya. Selain menyebabkan beberapa desa dan kelurahan di daerah itu kerap dilanda banjir, lingkungan di wilayah pesisir Pulau Kabaena juga sudah mulai tercemar. Air laut dan sungai yang semula jernih, kini warnanya telah berubah menjadi kuning kecoklatan.

Pemandangan seperti itu terlihat jelas di Dusun Malandahi, Desa Mapila Kecamatan Kabaena Utara. Beberapa penduduknya yang bermukim dipesisir pantai, sudah tidak nyaman lagi beraktivitas karena kondisi air laut yang sudah tercemar. Kepala Desa Mapila, Sudirman mengatakan, pencemaran lingkungan di wilayahnya, mulai terasa  sejak adanya akitivitas pertambangan. Khusus di pesisir laut Mapila, airnya tidak sejernih dulu lagi tetapi sudah memperlihatkan dua warna.

BACA JUGA :  Luar Biasa, MTSn 1 Unaaha Sulap Limbah Jadi Karya Seni

Menurut Sudirman, pencemaran di pesisir laut Malandahi disebabkan karena aktivitas perusahaan tambang yang beroperasi di daerah itu. Perusahaan tersebut seakan tidak peduli lagi dengan lingkungan disekitar. Bekas penambangan atau galian perusahaan tambang ini langsung mengalir ke laut jika hujan mengguyur Mapila. “Seharusnya dibuatkan resapan atau penampungan air. Jadi kalau hujan, airnya tidak langsung mengalir ke laut sehingga menyebabkan perairan Malandahi berubah warna dari jernih menjadi kuning kecoklatan,” katanya.

BACA JUGA :  Luar Biasa, MTSn 1 Unaaha Sulap Limbah Jadi Karya Seni

Selain itu, yang paling mengkhawatirkan penduduk Malandahi adalah adanya penampungan Batubara milik salah satu perusahaan. Menurut Sudirman, penampungan batubara ini sangat dekat dengan bibir pantai, sehingga begitu hujan turun, langsung menuju ke laut dan mencemari lingkungan. Parahnya, pihak perusahaan, lagi-lagi tidak membuatkan penampung atau cekdam, untuk menampung air dari penampungan batubara itu, sebelum akhirnya dibuang ke laut.

BACA JUGA :  Luar Biasa, MTSn 1 Unaaha Sulap Limbah Jadi Karya Seni

“Saya sudah miliki banyak bukti pencemaran laut ini. Saya minta kepada pihak terkait untuk peduli dengan persoalan ini, karena jika dibiarkan terus menerus akan mengancam keselamatan dan kehidupan warga Mapila yang aktivitasnya kebanyakan di laut,” tutup Sudirman. (Nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top