Sadis! Begini Cara Oknum TNI AL Bersama Rekannya Habisi Supir Taksi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Sadis! Begini Cara Oknum TNI AL Bersama Rekannya Habisi Supir Taksi

Polisi mengerahkan anjing pelacak dilokasi penemuan mayat Deny supir taksi online yang tewas dibunuh. (Foto : Jawa Pos)

kendaripos.fajar.co.id — Dua pelaku yang menghabisi Denny Ariessandi, sopir taksi online, di Jalan Larangan, Kenjeran, akhirnya terungkap. Mereka adalah Cipto Roso Wijayanto dan Khoirul M. Fajar. Keduanya tega membunuh Denny lantaran ingin menguasai mobil yang dikemudikan bapak satu anak tersebut.

Dua tersangka itu kini ditangani instansi yang berbeda, yakni Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Pomal. Sebab, status keduanya berbeda. Cipto merupakan seorang tukang sol sepati warga Kediri, sedangkan Khoirul berstatus anggota TNI AL yang juga berasal dari Kediri.

Kemarin (26/3) polisi menunjukkan sosok Cipto kepada publik. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno mengatakan bahwa status Cipto kini adalah tersangka. ”Sebelumnya kami memang tidak bisa mengumumkan dengan pasti karena data yang kami miliki masih minim,” jelasnya.

Ronny mengatakan, motif pembunuhan terhadap Denny bukan karena emosi. Namun, murni karena ingin memiliki mobil Denny. Selanjutnya, tersangka menjual mobil agar mendapatkan uang. ” Motifnya ekonomi,” sambung Ronny.

Terungkapnya kejahatan tersebut terbilang cepat. Begitu mengendus bahwa salah seorang pelakunya adalah tentara, polisi langsung melimpahkan perkara beserta barang buktinya ke Pomal.

BACA JUGA :  Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak yang Menyesatkan?

Ronny membeberkan, selama ini Cipto dan Khoirul memang sudah berteman. Persahabatan mereka bermula dari hobi yang sama. Yakni, menyedot shisha. Bahkan, mereka memiliki komunitas, yang biasanya bertemu di Alun-Alun Kediri. ”Mereka sering bertemu ketika malam,” jelas mantan Kapolres Poso tersebut.

Lantas bagaimana detik-detik pembunuhan yang dilakukan Cipto dan Khoirul terhadap Denny?

Ronny menceritakan, pada Senin (20/3), keduanya memang berencana pergi ke Surabaya. Tujuan mereka ke Kota Pahlawan adalah berbuat kejahatan. Mereka juga merumuskan senjata yang dipakai hingga target yang akan disasar.

Setelah rencana dibuat dengan matang, mereka pergi ke Surabaya pada Rabu (22/3). Mereka sampai di Surabaya sekitar pukul 20.00. Sebelum melakukan aksi kejahatan, di Terminal Purabaya mereka menenggak minuman keras. ”Setelah puas minum, mereka langsung berpencar untuk mencari pisau,” ungkap perwira yang dua tahun menjabat Kapolres Poso tersebut. Pisau itu akan digunakan untuk melumpuhkan calon korban.

Pada pukul 00.00, keduanya memesan taksi online melalui aplikasi di handphone Khoirul. Taksi online memang sengaja dipilih kedua tersangka. Mereka beralasan, mobil yang bisa direbut dapat dijual kembali. ”Mau dijual lagi, Pak, makanya milih online,” ujar Cipto.

BACA JUGA :  Usai Pesta Miras di Bombana, Teman Sendiri Dibunuh

Setelah mendapatkan taksi online, mereka meminta diantarkan ke salah satu hotel di Jalan Arjuna. Awalnya mereka menumpang Daihatsu Xenia dengan sopir lain. Namun, mereka memutuskan untuk tidak merampas mobil tersebut lantaran tidak sesuai dengan kriteria. ”Keluaran lama soalnya,” ujar Ronny.

Mereka pun memutuskan untuk mengorder taksi online lagi dengan menggunakan handphone milik Khoirul. Kali ini, mereka menetapkan tujuan ke kantor imigrasi yang berada di Sukomanunggal. Saat itulah, awal mereka bertemu dengan Denny. Mereka tergiur oleh mobil yang dikendarai Denny karena masih baru.

Mereka berangkat dari hotel di Jalan Arjuna menuju kantor imigrasi pada pukul 03.00. Tujuan tersebut asal ditentukan saja. Cipto duduk di depan, Denny di samping, dan Khoirul berada di belakangnya.

Dalam perjalanan itulah, Khoirul menusukkan pisau ke leher sebelah kanan Denny. Hal itu dilanjutkan Cipto yang menusukkan pisau tersebut ke bagian dada. Berlanjut tusukan bertubi-tubi ke tubuh Denny. Di dalam kendaraan, Denny sempat melawan. Hal tersebut ditunjukkan beberapa luka yang terdapat di tangan kanan dan jari korban. Namun, karena lawannya lebih banyak, Denny akhirnya tersungkur dan tewas di dalam mobil.

BACA JUGA :  Usai Dianiaya, Dua Pemuda Membunuh

Khoirul lantas mengambil alih kemudi. Tubuh Denny yang sudah tidak bernyawa ditempatkan di tengah-tengah antara sopir dan penumpang. Karena oleng, mobil tersebut menabrak pohon. Itulah yang menjelaskan kenapa mobil tersebut penyok di bagian depan.

Selanjutnya, tubuh Denny dipindahkan ke jok tengah. Tak heran, banyak darah yang menggenang di bagian dalam mobil. Untuk menghilangkan bau, pelaku menaburkan bubuk kopi di dalam mobil tersebut.

Barulah tubuh Denny dibuang ke Jalan Sukolilo Larangan. Tempat itu dipilih lantaran sepi. Jalan tersebut memang dikenal tidak memiliki penerangan saat malam.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio belum bisa memastikan motif pelaku membuang mayat Denny di luar rute yang dipesan sebelumnya dengan menggunakan aplikasi taksi online. Dia mengatakan, pengakuan Cipto masih membingungkan. ”Mbulet ae ngomonge,” celetuk mantan Kanitjatanras Polrestabes Surabaya tersebut.

Dia akan memberikan waktu kepada Cipto untuk berbicara. Menurut dia, tersangka pembunuhan memang harus dibiarkan untuk bercerita sendiri. Sebab, jika mendapat paksaan, mereka bisa saja memberikan keterangan palsu. (bin/c7/git)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top