Gua di Kolaka Ini, Konon Dijaga Ular Raksasa, Bicara Sembarang Langsung Kesurupan – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka

Gua di Kolaka Ini, Konon Dijaga Ular Raksasa, Bicara Sembarang Langsung Kesurupan

 

Anggota Mapala USN Kolaka saat memasuki gua Ulunggolako

kendaripos.fajar.co.id — Ada satu tempat di Kabupaten Kolaka yang masih kental cerita mistisnya. Namanya Gua Ulunggolaka. Di masa penjajahan Jepang, gua ini menjadi tempat persembunyian warga dari kejaran tentara. Konon kabarnya, tempat ini dijaga ular raksasa. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya.

Zulfadli Nur, Kolaka

“Inilah Gua Ulunggolaka itu,” ujar Arsyi, warga Kolaka yang sudah beberapa kali mengunjungi tempat itu. Dia rela meluangkan waktu menemaniku mengunjungi gua yang memiliki kedalaman sekira tujuh meter itu. Namun panjangnya belum bisa diketahui karena tidak ada yang berani memasukinya lebih dalam.

Medannya cukup sulit serta kondisi gua yang rawan longsor sehingga membuat mereka maupun pecinta alam lainnya tidak berani mengambil risiko. Ditambah lagi, cerita mistis yang menyelimuti gua itu. Sehingga membuat mereka makin enggan masuk lebih jauh. “Gua ini agak aneh. Kabarnya ada penunggunya, seekor ular raksasa. Ada beberapa teman mengaku pernah lihat, hanya sekejap saja langsung menghilang,” katanya lagi yang diaminkan beberapa rekannya.

Gua Ulunggolaka sebenarnya cukup mudah dijangkau. Letaknya hanya sekira 10 kilometer dari pusat Kota Kolaka. Mulut gua dengan kedalaman vertikal tujuh meter dihiasi stalagtit (mineral sekunder yang letaknya menggantung berada di langit- langit gua) dan stalagmit (kumpulan kalsit yang berasal dari air- air yang menetes dan biasa ditemukan di lantai gua) membuatnya terlihat indah. Untuk menuju gua tersebut dengan kendaraan, hanya butuh waktu sekira 20 menit dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekira 300 meter menuju mulut gua.

Ketika tiba di mulut gua, pengunjung langsung dapat melihat keunikan Gua Ulunggolaka. Dimana gua tersebut tersusun dalam empat level, dindingnya nerupa stalagmit berdiameter 30 meter. Stalagtit yang menjuntai di langit-langit gua berwarna kecoklatan penuh guratan juga terlihat di dalam gua tersebut. Sesekali tetesan air yang merembes pada ujung-ujung stalagtit jatuh mengenai pengunjung.

Seperti gua pada umumnya, tidak adanya cahaya matahari yang masuk. Sehingga, setiap yang masuk harus menggunakan alat penerang seperti senter atau lainnya. Saking gelapnya, gua tersebut dijadikan sarang bagi ribuan kelelawar. Sehingga, suara riuh kelelawar terdengar saat memasuki gua. “Dulu tempat ini pernah dijadikan tempat persembunyian warga yang lari dari kejaran serdadu Jepang,” kata perempuan 23 tahun itu.

Sebagai anggota Mapala USN, Arsyi dan kawan-kawan sudah tahu banyak cerita tentang Gua Ulunggolaka. Makanya, mereka tidak terlalu takut lagi ketika mengujungi tempat itu. Soalnya, tempatnya indah dan sangat menantang bagi pecinta alam seperti mereka. “Banyak stalagtit yang menjuntai, jadi kalau jalan harus tunduk dan hati-hati. Intinya, tempatnya sangat menantang adrenalin. Jadi kalau masuk di gua ini sebaiknya pakai sepatu dan helm,” jelasnya.

Wanita yang mengaku sebagai pecinta alam itu berharap agar keindahan dan keaslian Goa Ulunggolaka tetap terjaga karena belum dijamah oleh manusia. Olehnya itu ia berharap kepada pemerintah agar turut berpartisipasi dalam menjaga keaslian Goa Ulunggolaka sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Kalau pemerintah tetap menjaga keaslian goa ini, maka turis bisa datang sehinga goa ini bisa menghasilkan pundi-pundi bagi daerah,” ujarnya.

Arda pecinta alam lainnya mengungkapkan, Gua Ulunggolaka sudah lama terbentuk. Sebab berdasarkan cerita rakyat, goa tersebut menjadi saksi tentang bagaimana perjuangan masyarakat Bumi Mekongga dalam berjuang melawan penjajah. Dimana gua tersebut dijadikan sebagai benteng bagi pejuang. “Gua ini dulu digunakan sebagai tempat bersembunyi pejuang dan masyarakat dari penjajah Jepang. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat menyusun strategi para pejuang untuk mengusir Jepang dari Kolaka,” terangnya.

Sebab usianya yang sudah cukup lama, nuansa mistis terkadang dirasakan oleh pengunjung ataupun masyrakat sekitar gua. “Pernah ada warga sekitar mengaku pernah melihat ular besar. Tapi hanya sekilas, kemudian menghilang. Mereka percaya bahwa ular tersebut adalah penjaga Gua Ulunggolaka,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Wakanima, warga Ulunggolaka Kecamatan Latambaga membenarkan cerita anggota Mapala USN tersebut. Menurutnya, dulu tempat itu tidak ada yang berani kunjungi. Tempatnya angker dan seringkali ada penampakan. “Kalau ada warga melihat ular besar, memang itu benar. Warga disini sudah tahu kalau diistu ada penunggunya,” jelasnya.

Wanita yang usinya sudah 73 tahun ini mengingatkan, supaya siapapun yang datang ke gua jangan suka bicara sembarangan. Karena pernah ada beberapa anak muda datang, lalu banyak bercanda dan bicara sembarangan, akhirnya kesurupan. “Intinya, kalau datang, niatnya harus bersih. Jangan buat macam-macam kalau tidak ingin celaka,” katanya.

Dirinya tidak tahu persis, sejak kapan warga mulai datang di tempat itu. Sebab, sejak muda, dia diingatkan orang tuanya untuk tidak bermain disekitar tempat itu. Sangat berbahaya katanya, karena ada penunggunya. (b/*)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top