Menteri Susi Tolak Mentah-Mentah Keinginan Nelayan Kendari, Kok Bisa ? – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Menteri Susi Tolak Mentah-Mentah Keinginan Nelayan Kendari, Kok Bisa ?

Menteri Susi saat berada di Kota Kendari. (Foto : Elyn/ Kendari Pos)

KENDARIPOS. CO. ID — Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), langsung dimanfaatkan sejumlah nelayan untuk mengeluhkan sejumlah permasalahan. Hanya saja, tidak semua langsung diakomodir. Bahkan salah satu keinginan nelayan langsung ditolak mentah-mentah.

Dalam dialog yang berlangsung di pelabuhan samudera Jumat (24/3) pagi para nelayan meminta larangan untuk melakukan penangkapan ikan dilaut banda segera dihapus.

BACA JUGA :  Ketemu Menteri Susi, Nelayan Kendari Curhat Soal Mahalnya Izin Operasi Kapal

” Kalau bisa kami di izinkan melaut di laut banda, karena sangat jauh kalau kami mencari di laut maluku” ucap salah seorang nelayan.

Mendegar hal tersebut, Susi menjawab hal itu tidak boleh dilakukan. Ia melarang keras penangkapan ikan di perairan Laut Banda, Kepulauan Maluku yang terhubung dengan Teluk Tolo di Sulawesi Tengah. Aturan ini tidak hanya berlaku untuk kapal ikan berbendera asing atau kapal penangkap ikan dengan kapasitas di atas 30 gross ton (GT), tetapi berlaku juga untuk nelayan Indonesia tanpa kecuali.

BACA JUGA :  Menteri Susi: Kalau Pemilik Kapal Asing Itu Mau Nuntut, Silahkan...

“Tidak boleh. Disitu tempat bibit ikan tuna. Kalau hancur maka sumber ikan di Sultra bisa habis,” tegasnya.

Untuk diketahui larangan tersebut telah tertuang dalam Peraturan Menteri KKP Nomor 4/Permen-KP/2015 tentang Larangan Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Negara Republik Indonesia 714 yang diteken Susi pada 15 Januari 2015 lalu.

BACA JUGA :  Sempatkan Makan Bakso, Menteri Susi Keliling Kolaka Naik Patwal Terbuka

Melalui aturan tersebut, Susi menjelaskan WPP 714 yang meliputi Laut Banda dan Teluk Tolo merupakan daerah pemijahan (breeding ground) dan daerah bertelur (spawning ground) sehingga perlu dilakukan larangan penangkapan ikan. (elyn)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top