Penelusuran Rekam Jejak 10 Hari, Satu Calon Bermasalah Pilrek Diulang – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Penelusuran Rekam Jejak 10 Hari, Satu Calon Bermasalah Pilrek Diulang

kendaripos.fajar.co.id–Kemenristek Dikti mulai menelusuri rekam jejak keuangan ketiga kandidat rektor UHO melalui Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Bila salah satu Calrek ternyata ditemukan masalah atas hasil kerja PPATK dalam menelusuri rekam jejak, maka tahapan Pilrek diulang kembali dari awal,” ujar Ari Hendarto, Kepala Biro SDM Kemenristekdikti kepada Kendari Pos, di Jakarta.

Ia mengatakan melibatkan PPATK dalam Pilrek mengikuti aturan Permenristek Dikti nomor 19 tahun 2017. Olehnya itu, dalam mengawal Pilrek dengan bekerjasama dengan PPATK tidak hanya dilakukan di UHO tapi seluruh Pilrek atau direktur di Perguruan Tinggi. “Seluruh Pilrek harus ada penelusuran rekam jejak oleh PPATK. Jadi bukan karena ada aliran dana yang mencurigakan,” ujar dia.

Tiga calon rektor Prof Buyung Sarita (kiri), Dr Zamrun (tengah) dan Prof La Sara. (Foto : Emilia)

Agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menteri meminta dibuatkan aturan baru, dimana tiga terbaik harus minta masukkan dari PPATK. Semua nama Calrek UHO kata dia, harus ditelusuri rekam jejaknya. Apabila dari hasil penelurusan PPATK ditemukan masalah, kata dia baru dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kalau PPATK menemukan masalah, baru dilaporkan ke KPK. Kalau klir di PPATK, Pilrek kita lanjut. Kalau ada masalah kita lanjut ke KPK,” ujar dia.

BACA JUGA :  101 Suara Senat 'Bersaing' Menentukan Rektor UHO

Soal sampai kapan PPATK menelusuri rekam jejak Calrek, ia tidak bisa memastikannya karena ditentukan PPATK itu sendiri. Tapi kata Ari, biasanya sepeken atau paling lama sepuluh hari. Tahapan Pilrek dilanjutkan sesuai dengan kinerja PPATK.  “Jadi selama belum ada jawaban dari PPATK, pihaknya belum bisa melanjutkan tahapan Pilrek,” katanya.

Menurutnya, cepat atau lambatnya pemeriksaan PPATK tergantung dari masalah yang dihadapi.  “Mungkin kalau ngga ada masalah pasti cepat, tapi kalau ada sesuatu perlu dikondisikan. Kalau ada masalah, mereka  juga akan mengundang kita,” bebernya.

BACA JUGA :  23 Maret Penentuan Rektor Terpilih

Kata Ari, Kemenristek Dikti sebatas menunggu hasil, tahapan Pilrek harus disesuaikan dengan aturan. Kalau belum ada hasil dari PPATK, kata dia Kemenristek tetap akan menunggu. Apabila sudah ada rekam jejak dari hasil penelusuran PPATK, kata dia akan ada tim penilai dari pejabat eselon satu Kemenristek Dikti untuk melakukan penilaian terhadap visi misi para kandidat rektor.

BACA JUGA :  Begini Skenario Peluang Jadi Rektor di UHO

Mereka bertugas memberikan menteri pertimbangan teknis ihwal kesesuaian antara visi misi kandidat dengan visi misi universitas. Tapi itu baru dilakukan ketika sudah ada hasil dari PPATK. “Kan ngga mungkin visi misi Perguruan Tinggi mengenai kemaritiman lalu visi misi calon tentang elektronika,” ujar dia.

Setelah dilakukan penilaian terhadap visi misi calon kata dia, disampaikan ke menteri penentunya mutlak ditangan menteri. “Dan nantinya akan dilaporkan ke PPATK, KPK, BKN dan Kemenpan RB. Jadi pak menteri sudah beda dengan kebiasaan sebelumnya yang disangka punya kuasa penuh. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu.  Setelah itu dijadwalkan kapan penyaluran suara menteri,” pungkasnya.(yog/dan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top