PAN Bisa Usung Calon Sendiri, Tanpa Petahana Pilgub Lebih Menarik – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

PAN Bisa Usung Calon Sendiri, Tanpa Petahana Pilgub Lebih Menarik

Eka Suaib

kendaripos.fajar.co.id–Selain Partai Amanat Nasional (PAN), semua Parpol yang punya kursi di DPRD wajib berkoalisi jika ingin mengusung satu pasang kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra yang bakal bertarung 2018 nanti. Dengan 45 kursi di DPRD yang berasal dari 10 parpol berbeda, bisa saja lahir lebih dari tiga pasangan calon yang nanti bertarung.

Bagi pakar Politik Sultra, Dr. Eka Suaib, melihat peta kekuatan kursi di DPRD, hanya PAN yang paling nyaman karena punya 9 kursi dan secara mandiri bisa mengusung pasangan calon tanpa koalisi. Yang berpotensi kedua adalah Golkar yang sudah memiliki 7 kursi dan Partai Demokrat sebanyak 6 kursi. “PAN itu cukup. Sedangkan lainnya pada arena kontestasi Pilgub seperti ini pada tahap koalisi banyak terjadi drama politik yang tidak bisa ditebak kemana arah politik,” katanya saat ditemui di ruang dosen FISIP UHO.

BACA JUGA :  Sinyal Koalisi Demokrat - PPP Menguat di Pilgub Sultra

Selain itu, 5 kursi PDIP dan 5 kursi dari PKS. Sedangkan Gerindra meraih 4 kursi, menyusul Hanura dan Nasdem masing-masing meraih 3 kursi, PPP 2 kursi dan PKB hanya meraih 1 kursi. Dengan memperhatikan konfigurasi ini, mungkin harusnya calon muncul minimal tiga, satu dipelopori oleh PAN motor koalisi itu, satu partai Golkar dan satu calon oleh Demokrat. Itu berdasarkan konfigurasi perolehan kursi di DPRD SUltra yang memperoleh papan kelas atas.

Namun, belum bisa dipastikan bagaimana arah koalisi yang akan terjadi. Karena ada juga karakter partai yang itu adalah terlalu dominan intervensi dari DPP lalu ada juga partai yang memperhatikan aspirasi dari bawah. “Itu saya kira adalah kalkulasi matematika politik yang memang harus dipadukan. Bagiamana partai politik mencoba untuk memadukan kepentingan dari tingkat atas lalu memadukan aspirasi dari bawah,” ungkap dosen politik FISIP UHO ini.

BACA JUGA :  Nur Alam Tak Dukung Figur Daratan, Ini Calon Gubernurnya

Menurut dia, ada yang perlu diingat Pilgub nanti adalah afiliasinya ke pusat karena itu terkait dengan kepentingan-kepentingan politik nasional, bagaimana politik dikonsolidasi sedemikian rupa untuk menghadapai Pemilu 2019. Sehingga Pilgub adalah barometer bisa dilakukan mulai pada level gelaran demokrasi tingkat daerah.

Sementara itu, kandidat calon baik figur lama maupun figur muda nampak sama dimata Eka. Baik itu Ali Mazi, Sjafie Kahar, DR. Asrun, Rusda Mahmud, Lukman Abunawas, Abdul Rahman Farisi. Selain itu, menurut dia, konstelasi politik menjadi lebih menarik karena tidak ada incumbent atau petahana. Sehingga konstelasi calon itu menjadi tidak ada yang mengklaim unggul. “Artinya posisi calon semua sama. Dinamika politik cair dan satu tahun kedepan itu waktu lama atau setahun ini.

BACA JUGA :  Dianggap Layak, Semua Kader PAN Harus Dukung Asrun Bertarung di Pilgub

Olehnya, butuh perkenalan awal bagaimana perencanaan politik dengan matang itu harus untuk menghasilkan produknya. Selain itu, bagaimana sementasi kontestasi, yakni figur itu sendiri. Tensi politik makin meningkat menjelang hari H. Siapa figur yang mampu untuk meyakinkan pemilih maka dialah yang punya kemampuan berpotensi. (Marwan)

Komposisi Kursi di DPRD Sultra

Partai Kursi
PAN 9
Golkar 7
Demokrat 6 kursi
PDIP 5
PKS 5
Gerindra 4
Hanura 3
Nasdem 3
PPP 2
PKB 1
Syarat Usung Calon : Minimal 9 Kursi

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top