MK Terima Surat Penyidikan Polisi Soal Pemilih Ganda di Bombana – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

MK Terima Surat Penyidikan Polisi Soal Pemilih Ganda di Bombana

Suasana sidang sengketa Bombana di Gedung MK. (Foto : Ramadan/Kendari Pos)

kendaripos.fajar.co.id–Mejelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima bukti tambahan dari pemohon sengketa Pilkada Bombana berupa surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) atas dugaan pemilih ganda di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hakim MK, Arief Hidayat, mengatakan dalil pencoblos ganda adalah bukti yang diajukan pemohon Kasra Jaru Munara dan Man Arfa (Berkah) berupa surat kepolisian negara untuk melakukan penyidikan tindak pidana pemilihan.

BACA JUGA :  KPU Kendari Yakin Gugatan Razak-Haris Kandas

Dimana pada TPS 1 Watuwatu Kecamatan Lantari Jaya, pria bernama Andi Muh Yunus memberikan suara di TPS 1 Watuwatu dengan menggunakan form C6-KWK atas nama Andi Muh Yunus, kemudian menggunakan hak pilihnya lagi di TPS 3 Lantari, Kecamatan Lantari Jaya dengan menggunakan form C6 atas nama yang sama. Ada juga pemilih bernama Andi Nuril dan Mariamu melakukan hal yang sama.

BACA JUGA :  KPU Kota Kendari Optimis Menang di MK

Arief menunjukan ada beberapa surat penyelidikan dari kepolisian dalilnya lebih dari satu orang menggunakan form C6 orang lain.

“Kan ada dalilnya. Lebih dari satu orang menggunakan form C6 orang lain. Saudara (Termohon, red) bisa klarifikasi soal kasus pemilih ganda yang sudah ditangani pihak kepolisian,” tanya Hakim Arief Hidayat pimpinan sidang sengketa Pilkada Bombana, Rabu (23/3).

BACA JUGA :  Kasra Jaru : Tak Terjadwal Disidang Dismissal MK, Sengketa Bombana Berlanjut

Menyikapi hal tersebut, kuasa hukum KPU Bombana, mengatakan mengenai surat penyidikan KPU belum mengetahuinya prosesnya sampai di mana. “Tapi kami tahu kalau ada penyidikan kasus pemilih ganda yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Karena kami minta beberapa dokumen, ” ujar dia.
.
“Yang mulia khusus Andi Nuh Yunus ini tidak didalilkan dalam permohonan. Kalau Andi Nuril memang didalilkan dan sudah kami klarifikasi,” ujarnya menjawab pertanyaan hakim didampingi, Dr Abdul Rahman. (dan)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top