Biadab! Ayah Cabuli Anak Tiri – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Biadab! Ayah Cabuli Anak Tiri

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Orang tua seperti Nasir (45) ini patut dihukum seberat beratnya. Pasalnya Warga Kelurahan Petoaha, Abeli ini telah merusak kehormatan dan masa depan putrinya,  sebut saja Bunga yang masih berusia lima tahun.

Meski bukan anak kandung, mestinya Nasir menjaga dan melindungi anak tersebut. Nasir kini diamankan aparat Polsek Abeli untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus tersebut terungkap setelah kakak korban melihat Bunga selalu meringis kesakitan  dibagian alat vitalnya ketika buang air kecil. Saat ditanya, Bunga mengaku ada seseorang yang kerap memasukan (maaf,red) j**i dialat vitalnya.

BACA JUGA :  Guru Cabul di Kolut Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Korban Lain

Untuk tahu siapa pelakunya, kakak korban lalu melaporkan ke polisi. Awalnya, polisi sulit mengungkap pelaku cabul terhadap Bunga karena korban takut buka mulut. “Bunga mengaku setelah kami bujuk. Namanya anak anak, lama baru bicara. Setelah langkah persuasif kami lakukan, Bunga pun mengaku bahwa ayah tirinya yang mencabulinya,” ujar AKP Heni Yohanita, Kapolsek Abeli, Selasa (21/3) kemarin.

BACA JUGA :  Cabuli Siswi SMP, Warga Kolut ini Ditangkap

Terdapat luka robek di kelamin korban akibat perbuatan bejat Nasir. Korban mengaku perbuatan cabul Nasir dilakukan saat korban dimandikan atau saat korban buang air di rumahnya di Petoaha. Pelaku sudah tiga kali mencabuli korban.

Kapolsek Abeli AKP Heni Yohanita mengatakan pelaku sudah diamankan. Nasir ditetapkan tersangka merujuk hasil visum dan pemeriksaan saksi-saksi serta pengakuan korban. AKP Heni Yohanita menambahkan pelaku Nasir ditangkap di Kabupaten Konawe Kepulauan.

BACA JUGA :  Garap Siswi SMA, Politikus Cabul PKS Ini Main di Jok Mobil

Dihadapan penyidik Polsek Abeli, Nasir masih sempat berkilah bahwa dia tak melakukan pencabulan terhadap anak tirinya. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Nasir.

“Pelaku belum ngaku. Tapi kan kita sudah punya bukti kuat, berdasarkan hasil visum dan pengakuan korban,” beber mantan Kasubag Bin Ops Dirlantas Polda Sultra ini. Pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top