Panen Keluhan, Sebelum Puasa Hakim Janji Putus Kasus Ahok – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Panen Keluhan, Sebelum Puasa Hakim Janji Putus Kasus Ahok

Suasana sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Imam Husein/Jawa Pos)

KENDARIPOS. CO. ID–Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menginginkan sidang dugaan kasus penodaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama selesai sebelum puasa pada akhir Mei 2017.

Hal itu sesuai dengan kalender sidang yang telah disusun majelis hakim. Apalagi persidangan tidak boleh berjalan lebih lima bulan berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA).

“Kita sidang tidak boleh lebih dari lima bulan. Sebelum puasa kita sudah putus,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara Dwiarso Budi Santiarto di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Dwiarso mengemukakan, sudah banyak keluhan terkait gelaran sidang di Kementerian Pertanian (Kementan). Selain menimbulkan kemacetan di jalan sekitarnya, pun demikian dengan keresahan pegawai di kementerian.

Karenanya, Dwiarso meminta kuasa hukum Basuki yang awalnya meminta tambahan ahli di luar berkas bersamaan dengan tambahan persidangan, supaya melakukan efisiensi waktu.

Dia meminta untuk sidang Basuki dibuat seminggu dua kali dalam waktu dua minggu. Sebab, sebelum sidang hari ini digelar, Kuasa Hukum Basuki meminta tambahan 15 ahli di luar berkas plus tiga ahli yang telah di BAP. Dengan jumlah ahli tersebut, kuasa hukum meminta empat kali sidang lagi.

Namun, Dwiarso meminta tim hukum Basuki agar menyeleksi setiap ahli sebelum dilibatkan dalam sidang maraton seminggu dua kali. Sehingga, dalam waktu dua minggu, digelar empat persidangan. Atau dua kali sidang selama dua minggu, namun hingga pukul 12 malam.

Tim penasihat hukum Ahok pun menyetujui agar sidang digelar empat kali. Mereka menyetujui dalam seminggu sidang menjadi dua kali bukan satu kali seperti biasanya. Meski begitu, mereka masih ingin melakukan perundingan untuk menghadirkan siapa-siapa saja ahli mereka dalam persidangan.

Lantas Dwiarso pun membolehkan hal itu. Pihaknya akan memberikan kalender sidang yang telah mereka susun agar tim penasihat hukum Ahok bisa menentukan siapa-siapa ahli mereka yang akan dihadirkan ke persidangan selanjutnya.

Dirinya pun mengingatkan bahwa banyak ahli bukan berarti apa-apa. Menurutnya, ahli yang jadi pertimbangan majelis hakim adalah ahli yang berbobot, bukan karena banyaknya ahli yang mereka hadirkan dalam persidangan.

“Kami memberikan kesempatan, apa yang kami sampaikan gak mengurangi hak saudara mengjaukan pembelaan. Yang dipertimbangkan majelis ini bukan banyak-banyakan (ahli), tapi mutu bobot ahli,” tandas Dwiarso. (uya/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top