Mantan Bupati Konut Dituntut Dua Tahun Penjara – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Mantan Bupati Konut Dituntut Dua Tahun Penjara

Mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman (baju putih duduk menghadap hakim) saat proses sidang pembacaan tuntutan. (Foto : Ade)

kendaripos.fajar.co.id–Mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Konawe. Sidang perkara dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konut di Pengadilan Tipikor Kendari, Senin (20/3) kemarin. Selain diganjar ancaman dua tahun pidana penjara, Aswad harus membayar denda Rp 200 juta. Apabila tak terpenuhi maka masa hukuman ditambah delapan bulan kurungan.

Selama dua jam, tiga JPU Kejari Konawe secara bergantian membacakan tuntutan terdakwa, Aswad Sulaiman setebal 202 halaman dihadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua, Irmawati Abidin SH. Terdakwa Aswad Sulaiman yang hadir dengan balutan kemeja putih berpadu celana warna gelap didampingi kuasa hukumnya, Abd Rasak Naba SH. Aswad Sulaiman terlihat tenang saat JPU membacakan tuntutan.

“Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan kantor Bupati Konut, dimana dalam dakwaan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama dua tahun, serta membayar denda Rp 200 juta dengan ketentuan dan kurungan selama 8 bulan,” ujar Anton Silotonga SH.

Anton menambahkan selama proses penyelidikan dan penyidikan JPU telah memeriksa 15 orang saksi dan beberapa saksi ahli.
Usai pembacaan tuntutan, hakim ketua memberi kesempatan kepada kuasa hukum Aswad Sulaiman untuk melakukan pembelaan (pledoi). “Kami meminta waktu satu minggu untuk memberikan pledoi, Yang Mulia,” pinta Abd Rasak Naba SH. Kuasa hukum masih akan mempelajari tuntutan JPU.

Sayangnya, hakim ketua Irmawati Abidin SH tak mengabulkan permintaan kuasa hukum Aswad Sulaiman. “Kalau satu minggu terlalu lama. Saya beri waktu sampai Rabu, 22 Maret,” ujar Irmawati Abidin SH seraya menutup sidang. Kuasa hukum terdakwa, Abd Rasak Naba SH mengatakan waktu yang diberikan untuk menyusun pembelaan kliennya sangat minim. Butuh waktu seminggu untuk memelototi dokumen setebal 202 halaman itu. “Kerja keras kita ini. Waktunya sedikit tapi kami akan berupaya untuk memberikan pembelaan karena saya yakin klien saya tidak bersalah,” ungkap Abd Rasak Naba SH. (kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top