Diduga Rugikan Negara Rp 800 Juta, Proyek Bibit Rumput Laut di Usut – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Diduga Rugikan Negara Rp 800 Juta, Proyek Bibit Rumput Laut di Usut

kendaripos.fajar.co.id BOMBANA- Aroma korupsi dalam proyek pengadaan sarana dan prasaran bibit rumput laut kini dibidik Kejaksaan Negeri Bombana. Bahkan seksi pidana khusus (Pidsus) yang menangani dugaan korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana itu telah meningkatkan level perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bombana, Bustanil Nadjamuddin Arifin, SH mengatakan, dalam perkara itu pihaknya sudah memeriksa 13 orang saksi. Mereka berasal dari para kelompok tani penerima bantuan bibit rumput laut di tahun 2013 lalu. Menurut Bustanil, proyek pengadaan sarana dan prasarana budidaya rumput laut itu dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar. Bibit rumput laut tersebut diporsikan untuk 14 kelompok tani yang tersebar di wilayah Poleang dan Kabaena.

“Dalam proyek ini kami menduga ada pelanggaran mulai indikasi mark up hingga pemotongan hak-hak petani,” kata Bustanil. Khusus pengurangan jatah bantuan, pihaknya mendapatkan adanya penyelewengan anggaran. Harga bibit rumput laut yang semestinya diserahkan kepada kelompok tani sebesar Rp 54.424.800, namun kenyataannya, para kelompok tani hanya menerima harga bibit dengan kisaran bervariasi mulai dari Rp 10 juta sampai 17 juta.

Begitu juga dengan peralatan yang diadakan seperti pelampung. Penyidik tindak pidana khusus Kejari Bombana menduga ada indikasi mark up. Namun begitu, Kasipidsus masih menunggu saksi dari pihak rekanan yakni CV Terpal Cahaya Mas Abadi yang beralamat di Jakarta. “Kita lagi tunggu keterangan saksi untuk mengetahui indikasi mark up tersebut,” sambungnya.

Sementara itu Kajari Bombana, Baharuddin, SH mengatakan di hadapan Kajati Sultra, Sugeng Djoko Susilo, dugaan korupsi di BPBD Bombana itu merupakan salah satu kasus yang ditangani Seksi Pidana Khusus yang sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sementara dua kasus dugaan korupsi lainnya masih dalam tahap penyelidikan. Kajari Bombana juga mengungkapkan kepada atasannya, dugaan awal kerugian negara dalam perkara tersebut sekitar Rp 800 juta. (b/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top