Cari Bukti, Dua KPU Terpaksa Buka Kotak Suara – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Cari Bukti, Dua KPU Terpaksa Buka Kotak Suara

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Hari ini, Mahkamah Konstitusi (MK) akan mulai menyidangkan sengketa Pilkada di Kabupaten Bombana dan Kota Kendari. Meski masih sidang pendahuluan dengan agenda mendengar pembacaan permohonan pemohon, tapi KPU di dua wilayah itu sudah menyiapkan diri. Selain menyusun jawaban atas permohonan, KPU juga diminta MK untuk membuka kotak suara guna mengambil materi yang dibutuhkan sebagai alat bukti.

 

Di Kendari, sejak Rabu (15/5) lalu sudah dilakukan pembukaan kotak suara demi melengkapi dokumen guna menjawab dan membantah gugatan yang diajukan pasangan Abd Rasak-Haris Andi Surahman. omisioner KPU Kota Kendari, Abdul Wahid Daming mengatakan pembukaan kota tersebut sesuai Pasal 71 PKPU Nomor 11 Tahun 2015 dimana KPU diminta menyiapkan semuanya materi gugatannya. “Kita dapat membuka kotak untuk mempersiapkan alat bukti. Jadi, yang kita keluarkan adalah alat bukti sesuai yang dilaporkan oleh pihak pemohon ke MK,” katanya saat ditemui di KPU Kota Kendari, Kamis (16/3). Dalam pasal 71 PKPU Nomor 11 Tahun 2015, disebutkan bahwa KPU dapat membuka kotak suara untuk mmengambil formunulir yang digunakan sebagai alat bukti dalam penyelesaian hasil Pemilihan.

Pembukaan kotak, kata Daming, harus berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/Kota dan Kepolisian setempat, lalu mengeluarkan formulir yang digunakan sebagai alat bukti di persidangan kemudian menggandakan formulir yang digunakan sebagai alat bukti di persidangan. “Formulir aslinya disimpan kembali. Copynya saja yang dibawa ke MK. Tapi harus ada berita acara yang diteken ketua KPU,” kata Daming.

Daming menyebut, salah satu dalil yang diajukan pemohon ke MK adalah dugaan kecurangan atau ketidaksesuaian data KPU dengan pemohon. Misalnya, di beberapa TPS ada kelebihan penggunaan surat suara. Bahkan, sampai 206 lembar surat suara di TPS, ada juga yang kelebihan 99 surat suara, ada juga 157, 30, 5, 1, 40, surat suara yang tersebar di Kadia, Abeli, dan hampir semua kecamatan.

“Kenyataan kita di lapangan (TPS) pada saat proses pemungutan dan penghitugnan surat suara, kita hampir tidak mendapatkan laporan dari pihak penyelenggara bahwa ada kekurangan surat suara sebesar itu, 206 lembar. Kendati ada, itu hanya kekurangannya hanya kisaran satu sampai dua. Dan itu sudah dituangan dalam format C2 dan dimasukkan dalam format KPPS bahwa itu yang dipakai,” ungkapnya.

Selain data tersebut yang menjadi materi gugatan kepada pihaknya, ada juga dugaan pemilih ganda. Dan format data yang dibutuhkan dan diambilnya itu ada C2-KWK jika di TPS itu ada keberatan saksi, juga berkas C1-KWK, C7-KWK termasuk ATB-KWK (pemilih tambahan). “Itu data-data yang kita ambil di kota suara yang kita buka hari ini. Dan untuk C1-KWK itu hanya pada TPS yang disinyalir memiliki kebihan surat suara. Termasuk hasil rekap dari PPK dan PPS,” ungkapnya.

Di Bombana, KPU setempat juga melakukan pembukaan kotak suara. Tidak main-main, jumlah penyimpanan surat suara yang dibuka sebanyak 53 yang tersebar di 53 TPS.

Pembukaan kotak suara dilakukan KPU Bombana, siang hingga sore kemarin, di kantor KPU. Pembukaan itu disaksikan dua LO dari dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana, Panwas serta aparat kepolisian.
Ashar komisioner KPU Bombana mengatakan, pembukaan kotak suara dilakukan atas karena gugatan perkara Pilkada Bombana sudah teregistrasi di MK. “Pembukaan kotak suara ini juga diperlukan untuk salinan bukti saat sidang MK, Jum’at, 17 Maret nanti,” katanya.

Ashar merinci, jumlah kotak suara yang dibuka sebanyak 53 dan tersebar di tujuh Kecamatan di Kabupaten Bombana. Rinciannya, untuk Kecamatan Poleang Timur dan Poleang Utara di semua TPS masing-masing 23 dan 21 TPS, Kecamatan Poleang Tenggara 5 TPS, Kecamatan Rarowatu 2 TPS, Kecamatan Rarowatu Utara 1 TPS, Kecamatan Lantari Jaya 1 TPS dan Kecamatan Mataoleo 1 TPS.

Ashar menambahkan, seluruh kotak suara yang dibuka sesuai dengan permintaan pemohon pasangan Bupati Kasra Munara-Man Arfa di MK. Sebab sesuai dugaan pemohon, di TPS tersebut terjadi berbagai dugaan pelanggaran pemilu, mulai dari mencoblos lebih dari sekali hingga beberapa dugaan lainnya. “Setelah kami buka, beberapa bukti seperti C1 dan 9Z KWK kami ambil sebagai bukti dugaan pelanggaran tersebut,” katanya.

Usai diamankan, formulir tersebut lalu dimasukan kedalam beberapa kotak suara. Sore kemarin, seluruh formulir yang dikeluarkan di 53 TPS tersebut dibawa langsung oleh Ashar menuju bandara Halu Oleo, Kendari. Rencananya nanti malam (tadi malam) seluruh kotak itu diterbangkan di Jakarta untuk dibawa ke MK dengan pengawalan aparat kepolisian Polres Bombana. (nur/p11/dan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top