Edy Mulyadi Pamit Cari Kerja, Toto Sempat Berfoto di Kost – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Feature

Edy Mulyadi Pamit Cari Kerja, Toto Sempat Berfoto di Kost

# Mengenal Dua Pendaki yang Dijemput Ajal di Gunung Mekongga

Dua dari enam pendaki yang kelelahan di Gunung Mekongga dipastikan meninggal. Hingga sore (15/3) kemarin, jenazah Edy Muliadi dan Laode Muhamad Fitrah alias Toto belum bisa dievakuasi ke perkampungan. Medan dan cuaca jadi kendalanya.

Adwin Barakati, Kendari

Alm Edy Mulyadi (depan) saat berselfie bersama rekan-rekannya saat mendaki Puncak Mekongga, 4 Maret lalu. Foto ini sepertinya adalah gambar terakhir kebersamaan mereka karena Edy kini tiada. Ia meninggal bersama Laode Muhamad Fitrah alias Toto (baji hitam mengangkat jari tanda victory) di puncak gunung karena cuaca ekstrim. Dua orang lain di foto ini adalah La Ode Mudatsir (berkacamata) dan Khairat Umayah (belakang baju hijau). Mereka selamat. | DOK PRIBADI

Jejeran karangan buka duka cita terlihat di kediamannya Edy Mulyadi di Jalan Tenaorima Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua Kota Kendari sejak kemarin. Kepergian pria yang menjadi korban ganasnya medan di pucak Gunung Mekongga itu meninggalkan kesedihan bagi kerabat dan rekannya.
Kendari Pos kemarin bertandang ke rumah itu. Belum ada kesibukan berarti karena semua keluarga utama berkumpul di Kolut, menanti dievakuasinya jenazah Edy. Hanya Muh Arif, adik Edy yang ada. Ia pun bercerita bahwa keluarganya sudah ikhlas dengan kondisi itu. Dia hanya berharap jenazah kakaknya dapat sampai kerumah dengan utuh.

BACA JUGA :  Jasad Dua Pendaki Gunung Mekongga Berhasil Dievakuasi

Arif bercerita, kabar Edi ditemukan  tak bernyawa oleh tim SAR diterima keluarganya Sabtu (12/3) sore lalu. Saat itu, semua keluarga, baik paman ibu dan bapaknya sudah bertolak ke Kolut menunggu tim SAR mengevakuasi jenazah kakaknya. Menurut Arif, tepat 12 Maret lalu, kakaknya berulang tahun. Itu tepat saat mereka menerima kabar duka.

Tidak ada yang tahu saat pria yang pernah bekerja sebuah dealer kendaraan bermotor itu pergi ke Gunung Mekongga. Arif sempat mengantar kakaknya di kediaman temannya sebelum berangkat. “Sebelum pergi dia (Edi,Red), tidak bilang mau  mendaki. Cuma nogomong “saya mau cari kerja”. Dia kan, baru saja keluar dari tempat kerjanya,” ucap Arif mengutip perbincangannya dengan kakaknya saat terakhir ketemu.

Hubungan kontak antara Edi dan keluarga terpuuts sampai disitu. Setelah itu komunikasi tidak ada lagi. Informasi yang dia dapatkan dari temannya, bahwa Edi memang ke Gunung Mekongga. Hari Sabtu (12/3) lalu kabar tentang enam orang pendaki yang tersanedra di puncak tersebut sudah mencuat . Nah, dari situlah Edi menduga bahwa, kakaknya ikut dalam pendakian tersebut.

BACA JUGA :  Cuaca Buruk, Jasad Dua Pendaki Asal Kota Kendari Masih Tertahan di Gunung Mekongga

Menurut Arif, kakaknya adalah seorang yang aktif dalam organisasi pencinta alam. Dia kerap menghabiskan waktu untuk mendaki bersama tim Mapala UHO sejak tahun 2008.  Dimata keluarga, Edi merupakan sosok yang tangguh, kerja keras dan juga baik.Hal itu terlihat dari beberapa tempat kerja yang pernah dia tempati. Dia pernah kerja menjadi sales dan juga pernah bekerja di bank.  Dia dikenal sebagai sosok yang ramah terhadap orang.

Arif menambahkan, kakaknya  merupakan alumunus dari Fakultas Ekonomi UHO jurusan  Manajemen.  Pasca kejadian ini, informasi lebih lanjut soal sampai atau tidaknya jenazah kakaknya di tangan keluarga di Kolut, belum dia terima. Terakhir  kali, dia hanya mendapat informasi dari kakaknya yang paling tua bernama Darmawan, bahwa bapak dan ibunnya masih menunggu evakuasi. “Tadi malam, kakak saya menelpon. Bilangnya, “Kamu urus cetakan foto” itu saja,”kata dia berkisah.

Sementara itu kerabat maupun keluarga  korban lain, Laode Muhamad Fitrah   alias Toto juga sudah bertolak ke Kolut. Kendari Pos menyempatkan diri ke kost Toto yang berada di Jalan Pelangi, Kecamatan Kambu Kota Kendari depan Kampus UHO Kendari. Namun, di kost Toto sudah tidak ada orang. Baik keluarga dan teman dekat Toto sudah ke Kolut. Menurut innformasi dari rekan Toto, bernama Ikra, sejak Minggu, keluarganya sudah ke Kolut.

BACA JUGA :  Jasad Dua Pendaki Berhasil Dievakuasi

Kata Ikra, Toto merupakan warga Kabupaten Muna yang tinggal tepat di Jalan Jompi Kecamatan Katobu. Dia di Kendari hanya kost bersama sepupu dan saudaranya karena berkuliah di UHO. Terakhir kali putus kontak, saat Toto mulai berangkat ke puncak pada 4 Maret lalu. Menurut dia, sebelum  berangkat Toto sempat berfose bersama kerabatnya yang lain di kamar kost. “Dia berfoto dulu. Baru berangkat ke Mekongga,”katanya

Menurut Ikra pendakian yang dilakukan Toto bukan kali pertama. Pada beberapa bulan lalu, Toto juga pernah melakukan pendakian ke puncak Mekongga. Namun, kata dia, tidak ada kendala. Dari kampusnya, informasi yang diperoleh, mahasiswa dari jurusan Pembangunan yang ditempati Toto sudah melakukan aksi penggalangan dana. Aksi penggalangan tersebut akan langsung diberikan kepada keluarga Toto.

Irfan, rekan Toto lain bercerita, kawannya itu merupakan mahasiswa yang cukup terbilang unik. Dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendaki dari pada berada di kampus. Walapun masih kelompok muda, dia sering bersama senior untuk mendaki. “Orangnya baik, ramah juga. Toto merupakan mahasiswa yang tergabung di organisasi Navernos (pencinta alam) Fakultas Ekonomi,”katanya.(***)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top