Siap Menang, Siap Kalah, Enam Calon Rektor UHO Ditetapkan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Siap Menang, Siap Kalah, Enam Calon Rektor UHO Ditetapkan

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Panitia pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) tak ingin lagi tahapan pencarian orang nomor 1 di kampus itu bermasalah, hingga diulang. Proteksi atas munculnya protes terhadap proses yang sudah berjalan dibuat. Salah satu yang menarik adalah semua kandidat diminta meneken pernyataan, siap menang dan siap kalah dalam kompetisi mencari pengganti Prof Usman Rianse sebagai UHO 1 periode 2017-2021.

Kemarin, panitia Pilrek akhirnya menetapkan enam orang akademisi ternama di kampus itu sebagai Calon Rektor UHO. Mereka adalah Dr Muh Zamrun, Prof La Rianda, Prof La Rianda, Prof Nurlansi, Prof Buyung Sarita dan Prof LD Muh Aslan. Mereka inilah yang akan bersaing memperebutkan suara 101 anggota senat UHO, pada tanggal 16 Maret nanti. Mereka yang meraih suara lebih sedikit, harus legawa.

Sebelum para pendaftar ditetapkan jadi calon rektor, Ketua Senat UHO, Aminiddin Mane Kandari meminta para bakal calon untuk meneken pernyataan yang isinya mengakui bahwa tahapan awal yang sudah dilalui hingga penetapan calon, kemarin sudah berjalan baik. “Termasuk meneken pernyataan siap kalah dan siap menang serta siap menyukseskan semua tahapan Pilrek UHO,” kata Aminuddin saat memimpin rapat senat dengan agenda penetapan calon rektor, di Gedung Rektorat UHO Jumat (10/3).

Permintaan tersebut pun disanggupi oleh keenam calon rektor UHO. Satu persatu, dimulai dari Prof Nurlansi lalu Prof Buyung Sarita disusul Dr Muh Zamrun, kemudian Prof La Sara. Calon berikutnya yang berdiri membacakan pernyataannya yakni Prof La Sara, diikuti Prof La Rianda dan ditutup Prof Aslan. Semua sepakat menyatakan bahwa tidak ada permasalah dari penjaringan sampai dengan penetapan. “Kami juga menyatakan siap kalah dan siap menang,” tegas mereka.

Setelah para kandidat tuntas membacakan komitmen untuk legawa saat kalah. Proses pencabutan nomor urut pun dilakukan dengan menyilahkan kandidat yang lebih awal mendaftar. Para kandidat diminta mengambil enam gulungan kertas berisi nomor urut di atas meja Ketua Senat UHO. Setelah diambil, secara bersamaan mereka membuka di depan anggota senat.

“Nomor 1, Dr Zamrun. Nomor 2, Prof Buyung Sarita. Nomor 3, Prof Nurlansi. Nomor 4 Prof, La Ode Aslan, nomor 5 Prof La Rianda dan nomor 6, Prof La Sara. Nomor tersebut nanti akan menjadi nomor urut saudara-saudara saat menyampaikan visi misi,” kata Aminuddin. Ia menambahkan, penyampaian visi misi yang akan digelar pada tanggal 15 Maret 2017 mendatang.

“Selanjutnya penyampaian visi misi yang juga nanti akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti). Dua tahapan tadi saudara sudah dengar bahwa tidak ada masalah, kedepan pun saya berharap proses yang akan digelar juga tidak terdapat masalah,” harap Aminuddin.

Disinggung soal syarat calon rektor UHO yang tertera pada peraturan Menristek Dikti nomor 19 tahun 2017, pasal 4 point c yang berbunyi berusia paling tinggi 60 tahun pada saat berahirnya masa jabatan pemimpin PTN yang sedang menjabat, Aminuddin mengatakan banyak orang yang salah tafsir. Menurutnya terjemahannya itu adalah, pada saat pendaftaran jangan lewat dari 60 tahun.

“Artinya PNS itu masa bakti sampai usia 65 tahun sehingga sesuai dengan jabatan rektor 4 tahun kedepan dia baru 64 tahun, sehingga masih bisa menjabat. Banyak yang terjemahkan usia 60 tahun itu pada saat selesai masa jabatan,” ujarnya.

Ia memastikan, untuk keenam calon rektor UHO periode 2017-2021 itu sudah memenuhi syarat. Kalau dari segi umur mereka tetap bisa mencalonkan sebagai rektor.

Sementara itu, Ketua Panitia Prof Hilalludin Hanafi mengatakan bahwa penafsiran aturan 60 tahun batas usia itu masih menjadi perdebatan. Terkait masalah tersebut, pihaknya sudah mengirim surat ke Sekertaris Jendaral Kemendikti untuk meminta penafsiran secara jelas. “Karena itu prodak kementerian maka kita minta penafsiran sesungguhnya seperti apa. Namun proses tidak boelh berhenti kita tetap lanjutkan. Nanti Insya Allah kalau sudah ada kita akan sudah akan samapaikan,” tuturnya.

Sedangkan terkait dengan persayaratan lain seperti surat keterangan sehat dan bebas dari narkoba pun sudah diverifikasi. “Verifikasi berkas juga sudah kita lakukan. Kami memiliki Alat kontrol yang valid. Berkas yang masuk semua aman,” tegasnya.(yog)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top