Lurah Tersangka Pungli itu Masih Ditahan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Lurah Tersangka Pungli itu Masih Ditahan

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Arman, Lurah Lepo-lepo, Kota Kendari belum boleh pulang ke rumahnya, sejak Selasa (7/3) lalu. Ia masih tertahan di Mapolres Kendari guna menjalani pemeriksaan setelah ia diamankan tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polres Kendari dari kantornya, menyusul adanya laporan dugaan praktek pungutan liar yang ia lakukan terhadap seorang warga yang hendak mengurus administrasi tanah di Kantor Kelurahan Lepo-lepo, dua hari lalu.

Meski ditahan, status Arman masih terlapor. Polisi belum menetapkan status terhadap yang bersangkutan karena masih melakukan serangkaian pemeriksaan kepada sejumlah saksi termasuk masih menunggu gelar perkara untuk menentukan, apakah ada unsur tindak pidana korupsi terpenuhi atau tidak dalam tindakan yang dilakukan Arman.

BACA JUGA :  APES! Ketahuan Pungli Lurah Lepo-lepo Ditangkap,

Kasat Reskrim Polres Kendari,AKP Yunan H.P Sirait menjelaskan, kasus tersebut masih terus di dalami. Hingga saat ini, beberapa saksi telah diperiksa. Polisi telah memeriksa Arman begitu pula dengan pihak yang menjadi korban pungli. “Yang jelas kasus ini masih dalam penyidikan polisi. Menunggu hasil gelar perkara tim dari Tipikor Polres, lalu menggelar penetapan tersangka,” beber pria ini kemarin,(8/3).

Yunan tidak merinci, apakah saksi yang telah diperiksa itu ada pula dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan juga staf-staf kelurahan lainnya. Persoalannya objek dalam kasus ini adalah berkaitan dengan pengurusan tanah. Kata dia, saksi-saksi masih dalam tahap pemeriksaan. Karena kasus ini dalam penanganan Tipikor, dia belum terlalu jauh mengetahui. “Iya. Saksi-saksi kita sudah periksa. Karena ini dalam penanganan Tipikor, maka saksinya siapa. Itu belum ditahu pasti. Pada intinya masih tunggu gelar tim saja,”katanya

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Copot Lurah Terkena OTT

Hingga sekarang, dari operasi penangkapan Pungli Selasa (7/3) lalu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 500 ribu. Kemudian adapula, barang bukti laninnya, yakni buku register pengurusan tanah. Yunan menambahkan, untuk sementara polisi tetap menerapkan instrumen hukum Tindak pidana korupsi, yakni penggunaan undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, dari di kantor Lurah Lepo-lepo aktifitas para pegawai berbeda dari biasannya. Kantor lurah pada pukul 11.00 wita sudah terlihat kosong. Para pegawai lebih awal pulang. menurut pantauan Kendari Pos, saat menyambangi kantor itu, suasananya sangat sepi, dan tidak ada aktifitas yang berlangsung seperti hari biasanya. Supri, seorang warga yang hendak mengurus administrasi di kelurahan harus pulang karena tidak ada layanan.

BACA JUGA :  APES! Ketahuan Pungli Lurah Lepo-lepo Ditangkap,

Untuk diketahui, tim sapu bersih (Saber) pengutan liar (Pungli) Polres Kendari Selasa (7/3) pukul 10.30 Wita lalu mengamankan Arman, Lurah Lepo-lepo, Kecamatan Baruga karena diduga melakukan praktek Pungli terhadap seorang warga. Terungkapnya itu, berawal dari laporan masyarakat yang mengaku dimintai duit kepengurusan tanah Rp 500 hingga Rp 1 Juta.(ade/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top