Pemda Tabanan Bali Kunjungi Konsel, Ini Kesepakatannya.. – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Pemda Tabanan Bali Kunjungi Konsel, Ini Kesepakatannya..

kendaripos.fajar.co.id ANDOOLO- Pemerintah Daerah Tabanan Provinsi Bali mengunjungi Konawe Selatan, Senin (6/3). Rombongan dipimpin langsung Sekda Pemkab Tabanan, Nyoman Witno. Mereka diterima wakil Bupati Konsel, Dr Arsalim.

arsalijm

Arsalim mengungkapkan, sangat mengapresiasi kunjungan tim Pemda Tabanan tersebut. Kata dia Kunker ini dalam rangka menindaklanjuti MoU tentang penempatan transmigrasi asal Bali di Konsel.

“Kunjungan ini sebagai tindaklanjut MoU Konsel dengan Pemda Tabanan mengenai transmigrasi. Kedepan kita akan terus membangun kemitraan, khususnya dalam penempatan warga kota wisata ini,” ungkapnya.

Selanjutnya kata pendamping H Surunuddin Dangga ini, dalam rangka melakukan pemenuhan pelayanan kepada masyarakat khususnya warga Tabanan Bali, Pemda Konsel berupaya menyediakan segala fasilitas sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.

“Mudah-mudahan kedepan kerja sama ini dapat terus berlanjut. Serta bisa meningkatkan pembangunan khususnya di Desa Roda Kecamatan Kolono yang juga wilayah transmigrasi,” jelasnya.

Sekda Tabanan, Nyoman Witno Ariwarso, mengungkapkan pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi kepada warga Tabanan Bali, yang sekarang sudah menjadi warga Konsel. “Kerja sama ini telah berlangsung sejak 2007 silam hingga sekarang,” jelasnya.

Dikatakannya, mengenai MoU tersebut seeblumnya pada Desember 2016 lalu Pemda Tabanan telah melepas sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) atau 47 Jiwa untuk melakukan transmigrasi di Konsel. “Mereka ditempatkan di Desa Roda, Kecamatan Kolono. Olehnya, kita akan turun kelapangan untuk meninjau bagaimana kondisi serta perkembangan disana,” terangnya.

Ditambahkannya, sejauh ini secara umum dirinya telah menerima laporan. “Hal ini tentunya sudah menjadi harapan Pemda Tabanan. Karena di Bali salah satu kendala untuk meningkatkan pendapatan warga adalah masalah kepemilikan lahan dan aset,” tambahnya. (c/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top