Kementrian ESDM Segel Alat Berat dan Areal Penambangan PT SSU di Bombana – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Kementrian ESDM Segel Alat Berat dan Areal Penambangan PT SSU di Bombana

kendaripos.fajar.co.id RUMBIA- PT Surya Saga Utama (SSU) di Kecamatan Kabaena Utara terus berulah. Perusahaan asal Rusia ini ternyata melakukan berbagai kegiatan yang tidak sesuai aturan. Beragam pelanggaran ditemukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sehingga menghentikan segala aktivitas perusahaan tersebut. Sejumlah alat berat, tangki raksasa penampung BBM, dan areal penambangan disegel oleh kementerian.

SSU

PT SSU melakukan penambangan tanpa memiliki kepala tehnik tambang (KTT) serta tidak memiliki izin timbun bahan bakar minyak. Berbagai kesalahan yang dilakukan PT SSU ini ditemukan langsung tiga Inspektur Tambang (IT) dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saat melakukan inspeksi mendadak di PT SSU yang berlokasi di Kecamatan Kabaena Utara, Bombana, pekan lalu.

SSU1

Tidak hanya itu, lokasi penambangan dan kapal tongkang dengan muatan ore nikel juga diberi garis pengaman (safety line) oleh IT dari Kementrian ESDM. Ada tiga pengawas pertambangan yang diutus Kementrian ESDM untuk melakukan inspeksi mendadak di Kabaena Utara, lokasi penambangan serta pembangunan smelter PT SSU. Mereka adalah, Ahmad Safar, Kamarullah dan Ardi, SP. Ahmad Safar, salah satu IT dari Kementrian ESDM mengatakan, penyegelan alat berat, tangki BBM, kawasan penambangan serta kapal pengangkut ore dilakukan karena ditemukan pelanggaran di bidang pertambangan.

BACA JUGA :  Wagub Ancam Bekukan PT SSU di Bombana

Ahmad Safar mengurai, untuk tangki BBM misalnya, pihaknya memberi garis pengaman (safety line) disebabkan karena PT SSU melakukan penimbunan bahan bakar tanpa izin. Faktanya, dia bersama dua IT dari Kementrian ESDM tidak menemukan izin timbun yang dimiliki perusahaan tersebut untuk menimbun ribuan ton BBM. “Kalau melakukan penimbunan BBM, seharusnya ada izin timbun dari Dinas ESDM Provinsi. Ini tidak ada, makanya kami segel,” sambungnya.

Begitu juga dengan alat berat, kapal tongkang serta lokasi penambangan nikel, pihaknya memberi garis pengaman karena alat berat dan ore nikel itu dioperasikan dan didapatkan tanpa adanya KTT di perusahaan tersebut. “Aturan pertambangan sangat jelas, kalau tidak ada KTT, tidak boleh menambang. Makanya semua fasilitas yang digunakan menambang kami segel. Dan kami berharap, PT SSU mematuhi hal itu, karena apa yang sudah dilakukan dengan menambang tanpa KTT, masuk dalam kategori pidana,” tegasnya.

BACA JUGA :  Wagub Ancam Bekukan PT SSU di Bombana

Menurut Ahmad Safar, berbagai fasilitas di PT SSU itu, dilakukan sejak Sabtu (4/3). Sementara Minggu (5/3), 16 tangki BBM menyusul disegel. Namun, langkah tiga IT dari Kementrian ESDM ini sepertinya tidak diindahkan PT SSU. Sebab, pasca tiga pengawas pertambangan ini memberi garis pengaman, secara sepihak PT SSU menggerakan kembali alat berat yang disegel serta melakukan kegiatan penambangan dilokasi yang diberi garis pengaman.
Menurut Ahmad Safar, di lokasi PT SSU, pihaknya memang menemukan aktivitas pertambangan. Dan ini dilakukan kontraktor mining berbendera PT Cahaya Saga Utama (CSU). Parahnya, penambangan ore nikel dilakukan tanpa KTT. Pihak kontraktor beralasan, melakukan penambangan karena mengaku memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP).

Namun menurut Ardi, salah satu pengawas pertambangan dari Kementrian ESDM, IUJP tidak berlaku untuk aktivitas penambangan ore, karena IUJP hanya dipakai untuk kegiatan pengangkutan. Aktivitas penambangan ini pun ditemukan tiga IT dari kementrian ESDM. Mereka pun melakukan klarifikasi kepada kontraktor PT CSU.

BACA JUGA :  Wagub Ancam Bekukan PT SSU di Bombana

Kepada tiga IT ESDM, mereka mengaku diberi jaminan dari salah satu pimpinan PT SSU, karena telah menghubungi salah satu oknum pejabat di provinsi dan menghubungi kepala ESDM, dan disetujui melakukan penambangan meski tidak ada KTT. “Mungkin informasi yang diterima salah ketika menghungi pejabat di provinsi. Seharusnya diberi waktu satu minggu untuk berhenti total beraktivitas sambil menunggu KTT. Tapi mungkin yang didengar diizinkan beraktivitas selama satu minggu. Makanya mereka nekad menambang meski tanpa KTT,” ungkap Ardi.

Direktur Utama PT SSU,  Harry Sutarta membenarkan adanya penyegelan yang dilakukan tiga inspektur tambang dari Kementrian ESDM. Namun begitu, dia hanya mengakui jika yang disegel hanya area IUP saja. “Iya benar. Area IUP nya saja yang disegel,” kata Harry Sutarta melalui media sosialnya. Terkait KTT yang tidak ada, ia mengaku jika PT SSU sudah melakukan fit and propert tes hari Jumat lalu. Hasilnya sambung Harry masih menunggu keputusan dari Inspektorat Pertambangan dan Dinas ESDM. (nur/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top