Waspada! Puting Beliung Mengintai – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Waspada! Puting Beliung Mengintai

Cuaca yang ekstrim menyebabkan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah Sulttra, seperti di Kabaena ini.

Cuaca yang ekstrim menyebabkan tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah Sulttra, seperti di Kabaena ini.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIHujan yang disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir ini memang patut diwaspadai. Kondisi stabilitas atmosfir yang labil, ditambah kelembaban udara tinggi sangat berpotensi menimbulkan angin puting beliung. Apalagi dinamika atmosfir dipenuhi awan-awan konvektif. Perarakan awan ini bisa memicu timbulnya awan Columunimbus (CB).

Berdasarkan pantuan satelit Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pertumbuhan awan hujan di wilayah Sultra cukup masif. Makanya, hampir semua daerah berpotensi terjadi angin puting beliung. Stabilitas atmosfir di ketinggian 3 ribu feet (kaki) cukup mendukung. Low Presure Area (LPA) di sebelah Utara Australia turut mengakibatkan cuaca cenderung tak bersahabat. Pergolakan angin cukup meningkatkan laju kecepatan angin baratan.

“Melihat kondisi cuaca saat ini, ancaman puting beliung sangat berpotensi terjadi. Pembentukan awan-awan konvektif masih marak terjadi termasuk CB. Makanya, menjelang siang atau sore hari, langit terlihat lebih hitam. Yang menjadi ancaman, saat awan ini mulai melebur atau punah. Biasanya, disertai dengan angin kencang dan petir. Seperti yang terjadi tanggal 1 Maret lalu,” kata Adi Istyono, Kasie Observasi dan Informasi Stasiun Meterelogi Maritim Kendari, Minggu (5/3).

Dari hasil pengamatan, kecepatan angin mulai akhir Februari hingga bulan Maret cukup tinggi. Apalagi di saat sebelum hujan, hembusan angin bisa mencapai 20 sampai 30 knot. Pada tanggal 1 Maret lalu, beberapa area di Kendari kecepatan anginnya bahkan mencapai 40 knot atau 80 kilometer perjam. Kecepatan ini sudah masuk kategori puting beliung. Makanya, banyak pohon yang tumbang. Untungnya, durasinya tidak begitu lama atau sekitar 15 menit.

Cuaca seperti ini kata prakirawan cuaca, berpotensi akan terulang. Apalagi sebagian daerah Sultra tengah memasuki puncak musim hujan. Pembentukan awan CB akan sering terjadi. Konvergensi di perairan Banda akan meningkatkan curah hujan. Terlebih kondisi muka luat cukup hangat. Yang patut diwaspadai yaitu, daerah luas dan lapang atau tidak ada perbukitan. Pasalnya, angin kencang atau puting beliung sering terjadi di daerah ini.

“Angin puting beliung yang dasyat bisa terjadi di daerah manapun. Bukan hanya di Kendari, namun juga di daerah lain yang topografi kewilayahannya datar. Yang paling banyak merusak, bila terjadi pada jelang sore hari. Pasalnya, energi yang dikumpulkan sejak pagi hari. Makanya, warga diminta hati-hati. Apalagi bila melihat kondisi langit tampak hitam,” imbaunya. Menguatnya angin munsur barat sambung Adi, turut memicu tingkat kelembaban udara. Tekanan udara rendah yang berdekatan dengan Benua Australia memperlambat tiupan angin. Makanya, massa udara basah di atmosfir mengalami penumpukan.

Sementara itu, nahkoda kapal penumpang tradisional yang bertolak dari Kendari menuju pelabuhan tujuan kembali diingatkan untuk waspada. Sebab, kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kembali menjadi ancaman. Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari sudah melayangkan surat edaran peringatan kepada seluruh nahkoda kapal. Plt. Kepala Seksi Patroli dan Keselamatan Berlayar KSOP Kendari, Abdul Rahman menegaskan, nahkoda sebagai pihak penting dalam kapal harus tetap berhati-hati saat berlayar. “Kami berpedoman pada rilis BMKG. Kalau mereka mengatakan berbahaya, ya kita tidak izinkan berangkat. Minggu ini hanya peringatan waspada saja, jadi nahkoda kita minta hati-hati, angin kencang,” jelas Abdul Rahman saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia juga mengingatkan agar kapal tidak dipaksa berlayar dengan muatan lebih demi menjaga keselamatan. Termasuk juga muatan kendaraan berbahan bakar minyak, tangkinya harus dikosongkan. “Motor boleh dimuat tapi harus kosong dari BBM,” katanya.

Hanya saja, larangan tersebut ternyata masih sEbatas gertakan belaka. Sebab faktanya, kondisi di lapangan belum berubah. Baik kapal tradisional rute Kendari-Wawonii, Kendari-Bungku maupun Kendari-Raha masih tetap memuat motor lengkap dengan BBM. “Kalau mau dibuka bensinnya, artinya sampai di Langara mau mendorong,” celutuk seorang penumpang kapal. (Amal/elyN)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top