Hanya Karena Persoalan Kursi, Ketua Komisi III DPRD Sultra Tampar Staf Sekretariat – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Hanya Karena Persoalan Kursi, Ketua Komisi III DPRD Sultra Tampar Staf Sekretariat

Ketua Komisi III DPRD Sultra, Tahrir Tasruddin (kiri) saat berdialog bersama pihak Sekretariat.

Ketua Komisi III DPRD Sultra, Tahrir Tasruddin (kiri) saat berdialog bersama pihak Sekretariat.

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Tindakan tak terpuji diperlihatkan Ketua Komisi III DPRD Sultra, Tahrir Tasruddin. Legislator dari daerah pemilihan V (Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur) tersebut dengan arogan melakukan tindak kekerasan pada seorang staf Sekretariat DPRD Sultra bernama Alfian Syahputra. Kini akibat melakukan penamparan, politisi PAN tersebut diadukan ke Badan Kehormatan (BK). Alfian Syahputra mengaku tak terima ditampar Tahrir saat rapat paripurna hari ulang tahun Kabupaten Konawe di Unaaha, Jumat (4/3) lalu.

Senin (6/3), Alfian mengungkapkan, tindakan penamparan yang dialaminya karena dipicu situasi tak sesuainya kursi undangan yang diduduki Tahrir dengan yang telah disiapkan panitia setempat. Mulanya, dalam rapat tersebut akan dihadiri Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh dan Ketua Komisi III, Tahrir Tasruddin. Namun dalam perjalanannya, Ketua DPRD berhalangan untuk hadir sehingga mendelegasikan kehadirannya pada Syamsul Ibrahim.

BACA JUGA :  Legislator Penampar Staf Mulai Diproses

“Pak Tahrir datang duluan dan duduk di kursi yang seharusnya diperuntukan untuk Syamsul Ibrahim,” jelas Alfian saat ditemui di Sekertarian DPRD Sultra. Saat itu, ia langsung menghampiri Tahrir dan memberitahukan bila kursi yang disediakan untuk Ketua Komisi III tersebut terletak pada deretan bangku kedua. “Dengan sopan saya sampaikan kepada yang bersangkutan. Namun secara tiba-tiba dia langsung memukul pipi dan mengucapkan kata, saya bodoh,” ceritanya. Meski telah menerima perlakuan tak sepantasnya di depan umum, namun Alfian tetap menerimanya. Ia juga berusaha untuk meminta maaf kepada politisi PAN tersebut, namun bukan maaf yang diterima, tapi tamparan. “Setelah dipukul, saya ditampar dua kali. Semuanya tepat dipipi sebelah kiri saya. Itu dilakukan di depan umum dan di hadapan staf lainnya yang turut hadir menyaksikan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Hmm..... Akhirnya Legislator itu Minta Maaf

Alfian mengaku sebenarnya persoalan ini sudah tak ingin dibesarkan. Namun kenyataannya, Tahrir mencoba memutarbalikkan fakta di lapangan. “Saya sebenarnya sudah menerima namun apa yang disampaikan pada pimpinan saya, ternyata berbeda. Keberatan saya ini saya serahkan kepada pimpinan untuk ditindak lanjuti,” tuturnya. Sebagai atasan Alfian,  Kabag Persidangan, Protokoler dan Humas DPRD Sultra, Robert Piter Raru juga mengaku tak terima bawahannya diperlakukan seperti itu. Laporan ke BK menjadi jalan yang ditempuh oleh Robert atas perbuatan tak menyenangkan Tahrir Tasruddin tersebut. “Awalnya saya dapat telepon dari yang bersangkutan dan mengeluhkan kinerja Alfian tidak profesional. Tapi saya juga mendapat kabar dari Pak Amal (Staf lainnnya) bahwa saat rapat paripurna tersebut Alfian ditampar yang bersangkutan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Wakil Rakyat Asal PAN Jangan Suka Main Tangan

Ia menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan Tahrir terhadap bawahannya tidak tetap dan kurang etis jika dilakukan wakil rakyat. “Kalau memang dia salah maka cukup diingatkan saja. Secara kelembagaan yang menugaskan Pian itu adalah sekertariat. Jadi apa yang terjadi pada staf menjadi tanggungjawab kami. Saya minta BK memproses laporan ini,” tegas Robert.

Ditemui di tempat yang sama, Tahrir mengakui apa yang telah dilakukannya pada staf itu. Argumentasinya, apa yang terjadi tersebut merupakan kesalahan komunikasi. Ia juga tak membantah bila melakukan penamparan karena kesal setelah ia dipindahkan dari tempat duduk sebelumnya saat acara sudah dimulai. “Siapa yang tidak malu saat acara sudah mulai kemudian saya dipindahkan. Apalagi saya ini membawa nama lembaga DPRD. Saya ini laki-laki. Kalau saya tidak tampar, berarti saya apa,” ngototnya. (yogi)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top