Kabena Banjir Bah, Kolaka Longsor – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Kabena Banjir Bah, Kolaka Longsor

kendaripos.fajar.co.id Rumbia- Sungai Lakambula di Pulau Kabaena, Bombana kembali “mengamuk”. Hujan deras yang mengguyur daerah itu sepanjang Kamis (3/3) malam hingga Jumat (4/3) dini hari mengakibatkan sungai terpanjang di pulau itu meluap. Bantaran sungai longsor digerus air, hingga rumah-rumah warga di pinggir sungai ada yang hanyut. Tidak hanya itu, puluhan rumah teridentifikasi direndam luapan air sungai legendaris itu.

longsor banjir di rahampuu

Laporan Lurah Teomokole, Ilfan Nurdin menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 unit rumah warga, tepatnya di bagian dapur yang memang tepat dibibir sungai runtuh dan hanyut dibawa air. “Hujan sebenarnya tidak terlalu lama. Dari pukul 21.00 Wita, sampai tengah malam. Tiba-tiba banjir datang pagi hari. Mungkin karena di bagian mata air di Rahadopi yang hujannya lebat sampai banjirnya besar seperti ini,” kata Ilfan yang dihubungi kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, Andi Syarifuddin mengatakan, puluhan rumah yang tergenang banjir terjadi di wilayah Rahampuu dan Teomokole, Kecamatan Kabaena. Dia merinci, khusus di Rahampuu, ada 20 unit rumah yang terendam banjir, sementara di Teomokole terdapat 4 dapur dan 1 gudang yan hanyut.

Selain itu, bencana alam yang terjadi di pulau Kabaena juga menyebabkan satu buah tanggul di Rahampuu jebol dan satu bronjong pengaman bibir sungai Lakambula jatuh. “Data ini berdasarkan laporan dari staf saya di Kabaena hingga sore ini (kemarin, red),” kata Andu Syarifuddin.

longsorbombana bnjir

Sementara Sekretaris Dinas BPBD, Ridwan, S.Sos menambahkan, sore kemarin, pihaknya juga mendapatkan laporan bila di Kelurahaan Rahadopi terdapat rumah yang tertimpa longsor. Namun, informasi tersebut belum dipastikan, karena staf BPBD yang diutus di Kabaena masih mengkroscek kebenarannya. Menurut Ridwan, banjir di Kabaena di sebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi. “Sebelum banjir, Kabaena lebih dulu diguyur hujan mulai malam hingga siang kemarin,” katanya.

Curah hujan yang sangat tinggi ini menyebabkan air sungai Lakambua meluap hingga menggenangi puluhan rumah di daerah itu. “Kalau dapur yang terbawa banjir memang terletak di bibir sungai. Jadi dapurnya ikut terbawa air sementara badan rumah masih tertinggal,” sambungnya.

Sementara Ramli, salah seorang warga Kabaena mengatakan, selain menyebabkan puluhan rumah terendam, banjir juga merusakan beberapa tanaman warga seperti jati ikut tumbang. Ramli berharap, masalah banjir yang disebabkan meluapnya sungai Lakambua cepat diantisipasi pemerintah daerah maupun pusat. “Setiap tahun di musim hujan seperti ini. Usai hujan dengan intesitas tinggi, pasti air sungai (Lakambua) meluap dan menyebabkan banjir. Harus segera dilakukan normalisasi sungai, agar masalah ini bisa diantisipasi,” ungkapnya.

longsor banjir kabaenaaa

Bila ada yang mengingat, banjir serupa juga terjadi setahun lalu. Tepatnya tanggal 4 Maret 2016. Bedanya, saat itu air bah masuk perkampungan saat warga sedang melaksanakan salat Jumat. Sedangkan tahun ini, yang juga terjadi 4 Maret 2017, terjadi pagi hari. Dulu, tak ada rumah yang hanyut tapi kelurahan Rahampuu penuh dengan material banjir berupa batang pohon, lumpur serta bebatuan.

Rumah Tertimbun
Di Kolaka, bencana longsor juga terjadi di Desa Lasiroku Kecamatan Iwoimendaa pada Jum’at (3/3) dini hari. Akibat peristiwa itu, satu rumah milik Puang (32) rusak berat karena tertimbun. Untung saja, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Tidak hanya menimbun sebuah rumah, tumpukan tanah yang berserakan di jalan poros sempat membuat kemacetan panjang sekitar satu kilo meter. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk membuka akses jalan nasional itu. Sekitar pukul 08.00, jalan tersebut sudah dapat kembali dilintasi oleh kendaraan.

Kepala Desa Lasiroku, Amiruddin Hamka menuturkan, longsor itu bermula saat hujan deras yang mengguyur Kolaka pada Rabu (1/3) lalu. Saat itu, longsor sudah terjadi di sekitar halaman belakang Puang. Khawatir atas keselamatan warganya, maka ia meminta kepada Puang untuk mengungsi ke rumah kerabatnya. “Untung saja dia bersama istri dan dua anaknya sudah mengungsi. Sehingga tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Menurut Amiruddin, selain karena hujan deras, perluasan jalan yang terjadi di daerahnya turut memberi andil dalam bencana tersebut. Olehnya itu, dirinya meminta kepada pihak perusahaan yang mengerjakan jalan untuk turut bertanggungjawab atas musibah yang dialami warganya.

longsor kolaka

“Puang itu sudah lebih sepuluh tahun tinggal disitu dan tidak pernah terjadi longsor. Nanti ada ini pemotongan bukit-bukit untuk perluasan jalan baru terjadi longsor. Makanya, kami meminta kepada pihak perusahaan yang mengerjakan jalan itu untuk bertanggung jawab atas musibah ini dengan memperbaiki tanah yang longsor itu dan juga rumah warga kami yang terkena dampak,” harapnya.

Pasca musibah longsor itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka bersama instansi terkait langsung mengunjungi lokasi bencana. Selain memantau lokasi kejadian, korban bencana juga langsung diberikan sejumlah bantuan seperti peralatan dapur, makanan cepat saji, dan pakaian sekolah.

Kepala BPBD Kolaka, Aris Parubak mengungkapkan, luasan tanah longsor mencapai sekitar 30 meter. Melihat kondisi cuaca yang tidak menentu serta kondisi tanah yang masih labil, maka ia mengatakan bahwa potensi terjadinya longsor susulan di Desa Lasiroku masih dapat terjadi. Untuk itu, ia meminta kepada warga untuk tetap waspada.

“Mengingat kondisi cuaca yang saat ini sangat ekstrim dan sulit untuk diprediksi, maka kami menghimbau kepada warga untuk waspada. Karena ketika dayang hujan itu biasa juga disertai angin kencang, kilat, dan juga tanah longsor,” bebernya. (fad/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top