Mengabdi Lebih 7 Tahun, Bidan PTT Berpeluang Diangkat Jadi PNS – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Mengabdi Lebih 7 Tahun, Bidan PTT Berpeluang Diangkat Jadi PNS

ilustrasi

ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIBagi bidan dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tidak lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2016 lalu, tak perlu kecewa. Peluang mereka diangkat menjadi PNS masih terbuka. Pemerintah pusat lagi-lagi memberi sinyal akan mengangkat para tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri di daerah terpencil pada tahun 2017 ini. Hanya saja, kuota yang diberikan pemerintah relatif terbatas. Pasalnya, kuota CPNS bidan PTT ini hanya diprioritaskan bagi mereka yang telah mengabdi lebih dari 7 tahun.

“Insya Allah, tahun ini akan ada pengangkatan PNS khusus bidan PTT. Dari hasil pertemuan beberapa waktu lalu, kami telah disampaikan. Hanya saja, kami belum tahu kapan akan dilaksanakan. Hingga kini, pihak Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi (KemenPAN-RB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum memberikan kepastian,” beber H. Lukman Abunawas, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra saat ditemui, Rabu (1/3).

Meskipun kuota CPNS ini hanya diprioritaskan pada bidan PTT yang mengabdi lebih dari 7 tahun, namun tak menutup peluang bagi bidan PTT baru. Sebagaimana penjelasan pemerintah pusat, pengangkatan akan dilakukan bagi seluruh bidan PTT. Berhubung keterbatasan anggaran, pengangkatan mereka sebagai PNS akan dilakukan secara bertahap. Namun untuk teknis perekrutan dan prosedurnya, Pemda belum mengetahui. Saat ini, pihaknya masih menunggu Juknis dari pemerintah pusat.

“Semua pemda telah disampaikan. Makanya, datanya mulai diverifikasi. Hanya saja, kami belum tahu mekanisme perekrutannya. Meskipun ada jaminan untuk diangkat jadi PNS, kemungkinan tetap melalui proses seleksi. Dalam UU ASN, proses pengangkatan PNS harus melalui seleksi. Makanya, kami berharap bidan PTT tetap mempersiapkan diri,” ujar mantan Bupati Konawe dua periode ini.

Kuota khusus lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, kepindahan bidan PTT akan diperketat. Meskipun tetap dibuka peluang, namun sangat rumit. Dalam nota pengangkatan pegawai, mereka memang ditugaskan di wilayah terpencil. Makanya, masa penugasan mereka seperti ikatan dinas. Hal ini tak lain untuk memastikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil tetap tersedia.

Khusus untuk Guru Garis Depan (GDD), Ketua KONI Sultra ini mengaku belum bisa memastikan. Dalam rapat beberapa waktu lalu, hanya bidan PTT yang dibahas. Kendati demikian, ia tak menepis adanya rencana perekrutan GGD tahun ini. Dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T), pemerintah akan menyediakan kuota CPNS baru bagi GGD. Hanya saja, kemungkinan jumlahnya baru akan menyusul. Demikian halnya dengan kuota CPNS untuk tenaga teknis lainnya.

“Kemarin, hanya bidan PTT yang dibahas. Untuk tenaga GDD maupun teknisnya lainnya belum ada. Saya kira, kita tunggu saja. Apalagi kebijakan pemerintah pusat kerap berubah-ubah. Namun demikian, saya berharap kebijakan ini bisa direalisasikan. Apalagi tenaga kesehatan di daerah terpencil sangat dibutuhkan. Begitupun dengan tenaga guru maupun teknis lainnya,” harap mantan Ketua DPC Partai Golkar Konawe ini. (amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top