Awas Cuaca Ekstrim! Kendari Banjir – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Awas Cuaca Ekstrim! Kendari Banjir

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Cuaca ekstrim di Kota Kendari dalam dua hari terakhir ini menimbulkan dampak yang tak mengenakan. Hujan dengan intensitas tinggi disertai tiupan angin kencang jadi petaka bagi sebagian wilayah kota ini. Sejumlah wilayah digenangi air, pohon-pohon bertumbangan menyebabkan jalur lalu lintas kendaraan terganggu dan aliran listrik terputus.

banjir2

Dari pantuan Kendari Pos, jalur lalu lintas yang tergenang air terjadi di sejumlah jalan protokoler. Diantaranya, jalan Supu Yusuf, Abdullah Silondae, perempatan MTQ, jalan Sao-sao, Tanukila, Ahmad Yani, jalan Pasar Baru-kampus UHO dan beberapa jalan di sudut kota. Ketinggian air bahkan mencapai lutut orang dewasa. Beberapa kendaraan terpaksa harus didorong lantaran mogok. Kondisi ini menyebabkan jalan macet. Apalagi di saat yang bersamaan, pohon tumbang menghalangi jalur kendaraan.

banjir1

Selain jalur jalan, sejumlah pemukiman turut tergenang air. Seperti perumnas BTN I DPRD, kompleks belakang karaoke Denpasar, Bonggoeya, kawasan Lepo-lepo, kampus hingga Andounohu. Bahkan genangan air ada yang lebih dari satu meter.

banjir4

Angin kencang juga merusak beberapa Neonboks yang berukuran besar. Kios pedagang Kaki lima pun hancur akibat angin kencang tersebut. Bahkan plat di menara MTQ juga rusak akibat terjangan angin yang diketahui berasal dari awan Cumulunimbus (CB) yang terbentuk di langit Kota Kendari. Setalah “pertunjukan” alam selesai dalam sejam, petugas Dinas Kebersihan melakukan pembersihan terhadap pohon yang tumbang dan pihak PLN yang memperbaiki rusaknya aliran listrik yang disebabkan oleh pohon tumbang.

Salah satu pemukiman di Jalan Laode Hadi, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, mengalami banjir dengan ketinggian mencapai satu meter atau sepinggang orang dewasa. Terhitung ada 50 rumah yang menjadi korban banjir. “Ini hari kedua kami banjir di tempat kami, kemarin hujan disini juga banjir dan sekarang hujan banjir lagi. Belum kering yang kita sudah pel lantai rumah, ehh banjir lagi,” papar Deang Gappar (48) saat dikonfrimasi kemarin.

banjir3

Daeng Gappar juga mengatakan, dirinya dan beberapa korban banjir di daerah tersebut sama sekali belum mendapatkan bantuan. Padahal mereka sudah dua hari menjadi korban banjir, pria paru baya itu mengatakan seluruh warga yang menjadi korban banjir sangat membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan, karena dengan banjir kiriman dari Sungai Wanggu itu sangat mempengaruhi kesehatan para korban banjir.

Berdasarkan pengamatan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan antara 20 s.d 30 milimeter perjam. Dengan kecepatan angin lebih dari 20 knot atau 40 kilometer perjam. Kasie Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Adi Istyono menghimbau warga untuk lebih waspada.

Apalagi hujan yang disertai angin kencang dan petir akan sering terjadi lantaran Sultra telah memasuki puncak musim hujan. Sesuai prediksi, kondisi ini akan terjadi hingga bulan Maret. Memasuki bulan April, curah hujan mulai menurun. Hanya saja, tetap perlu diwaspadai. Pasalnya, Sultra akan memasuki musim peralihan.

Sebagaimana musim pancaroba, cuaca sulit ditebak dan cenderung ekstrem.
“Untuk hari ini (kemarin), hujan yang mengguyur dipicu awan-awan columusnimbus. Cuaca terik pagi hingga siang hari, sudah sangat cukup untuk menyimpan energi. Karena energi yang terhimpun tidak bisa terakumulasi, energi itu pun pecah. Makanya, hujan yang turun sangat lebat. Apalagi energi yang terbawa awan ini bukan hanya air, namun juga angin dan petir. Untuk di wilayah kota lama, curah hujan tercatat 19,3 milimeter perdetik. Namun diprediksi akan meningkat. Untuk wilayah Mandonga, Wua-wua dan arah bandara, intensitas hujan lebih tinggi lagi,” jelas Adi, Rabu (1/3).

Dari hasil pantuan satelit, pola hujan yang disertai angin kencang berpotensi akan kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, kondisi atmosfir cukup mendukung dan dipenuhi awan konvektif. Apalagi suplai massa udara basah masih terus terjadi. Peristiwa alam ini disebabkan suhu muka laut cukup menghangat yang mencapai 30 derajat celsius. Di sisi lain, munson Asia atau angin baratan yang perlahan mendekati wilayah Sultra. Menguatnya badai trpois ini memicu curah hujan.

“Banyak hal yang bisa memicu pertumbuhan awan. Mulai dari kondisi lokal, regional dan global. Untuk pengaruh lokal, lebih disebabkan suhu muka luat yang terus meningkat sehingga memicu terjadinya Low Presure Area (LPA). Sementara faktor regional disebabkan adanya badai monsun Asia. Untuk fenomena global, Sultra memang masih berada di periode musim hujan. Posisi matahari yang berada di selatan ekuator, menyebabkan suplai massa udara basah cukup tinggi. Pasalnya, sebagian besar wilayah selatan merupakan daerah perairan Pasifik,” jelas pria ramah ini.

Secara umum katanya, tidak ada daerah yang relatif aman dari potensi banjir dan genangan air. Hampir semua daerah di Sultra curahnya hujannya cukup tinggi. Adanya daerah tekanan rendah di wilayah Australia memberikan pengaruh tidak langsung dimana di Indonesia awan hujan akan semakin banyak terbentuk. Pada waktu-waktu tertentu, intensitas hujan sudah sangat tinggi. Pasalnya, bisa mencapai 81 milimeter perjam. Padahal ukuran tinggi di Sultra hanya berkisar 20 s.d 30 milimeter perjam,” pungkasnya. (mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top