Ahok Sudah Tidak Bisa Mengelak – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Ahok Sudah Tidak Bisa Mengelak

 Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani persidangan. (Pool/JPNN.com)


Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani persidangan. (Pool/JPNN.com)

KENDARIPOS,CO.ID,JAKARTA—Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Thajaja Purnama terus bermanuver. Termasuk pada persidangan yang ke-12, Selasa (28/1) lalu. Ya, persidangan tersebut tergolong paling singkat dan cepat. Pasalnya, dua ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ditolak dan sama sekali tidak mendapat pertanyaan dari kubu Ahok.

“Kami sebagai pelapor melihat pihak Ahok hanya mencari-cari celah untuk bermanuver dan membangun opini. Karena secara substansi di pokok masalah mereka sudah tidak bisa berkutik,” jelas salah seorang pelapor, Pedri Kasman, (Kamis, 2/3) seperti dilansir RMOL (Jawa Pos Group).

Menurutnya, kubu Ahok tak sedikit pun bisa membantah tentang fakta kejadian di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 itu. Menurutnya, kubu Ahok sudah tidak bisa mengelak. “Semua ahli juga dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa ucapan Ahok itu bentuk penodaan terhadap agama Islam, baik ahli pidana, ahli bahasa apalagi ahli agama,” sambungnya.

Seperti diketahui, dalam persidangan terakhir lalu, ahli yang dihadirkan oleh JPU adalah Habib Rizieq Syihab dan Dr. Abdul Chair Ramadhan. Habib Rizieq ditolak karena kubu Ahok menudung Habib Rizieq tidak independen. Dia dituding terlibat berbagai kegiatan yang mereka sebut kegiatan kebencian terhadap Ahok. Selain itu Habib Rizieq terlibat berbagai kasus pidana dan lain-lain. Sementara Abdul Chair Ramadhan ditolak karena pengurus MUI.

Pedri menjelaskan, bagi pihak Ahok, setiap ahli yang berkaitan dengan MUI dianggap tidak independen. Karena MUI mengeluarkan Pendapat Keagamaan yang menyatakan bahwa ucapan Ahok tanggal 27 September 2016 di Kepulauan Seribu itu adalah penodaan terhadap Ulama dan Al Qur’an. “Sebelumya mereka juga menolak Prof. Amin Suma, Dr. Hamdan Rasyid. Bahkan Prof. Yunahar Ilyas yang hadir mewakili PP Muhammadiyah juga ditolak karena kebetulan beliau juga Wakil Ketua Umum MUI,” ungkapnya.

Namun penolakan pihak Ahok itu semuanya dimentahkan oleh JPU. Hakim tetap melanjutkan persidangan. “Semua saksi atau ahli yang direkomendasi oleh MUI tidak diragukan kualitasnya. Mereka adalah pakar di bidang masing-masing, integritasnya terjaga, kapasitasnya sangat tepat untuk memberikan keterangan ahli. Pihak Ahok tahu itu. Makanya pihak Ahok berusaha mencari-cari celah untuk lari dari fakta yang sebenarnya. Jadi itu adalah jurus mabuk untuk mengelabui penonton atau masyarakat,” sambung pengurus PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Meski begitu dia yakin, Majelis Hakim tidak akan terpengaruh oleh manuver-manuver nakal pihak Ahok itu. “Sepanjang pengamatan kami, Majelis Hakim di persidangan Ahok ini masih sangat independent dan berintegritas. Karena itu tidak boleh ada pihak manapun berusaha melakukan intervensi untuk mempengaruhi Majelis Hakim. Publik mengawasi perkara ini dengan seksama, demi tegaknya keadilan untuk semua,” tandasnya. (zul/rmol) 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top