WASPADA DBD! 3 Orang Meninggal di Butur – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

WASPADA DBD! 3 Orang Meninggal di Butur

kendaripos.fajar.co.id BURANGA- Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang warga Buton Utara (Butur). Sepanjang Februari, tiga warga Kecamatan Kulisusu Utara menjadi korban (meninggal,red) keganasannya. Tak hanya itu, dua lainnya juga positif dan kini masih dirawat intensif di Pukesmas setempat.

download (6)

Tak ingin korban lebih banyak lagi, Dinas Kesehatan Butur bergerak cepat. Mereka melakukan pengasapan atau fogging untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, penyebar virus DBD. Dibeberapa lokasi yang ditengarai menjadi tempat jentik nyamuk mematikan tersebut di “serang”.

Kapala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Butur, Muh Darlan tak menampik tiga warga Kulisusu Utara meregang nyawa akibat terserang DBD. Kendati demikian, pihaknya membantah jika Butur kini darurat virus demam dengue. Menurutnya, ketiga warga tersebut meninggal dunia karena terlambat dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan medis.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, jika terkena demam segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Ini penting supaya segera diperiksa untuk memastikan positif DBD atau tidak. Soalnya, jika dibiarkan berlarut-larut tak mendapatkan pertolongan medis akan sangat berbahaya. Bahkan bisa berujung pada kematian,” ungkap Muh Darlan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/2).

Darlan menambahkan, untuk membasmi penyebaran virus dengue yang dibawa melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Pihaknya telah melakukan fogging atau pengasapan di tiga desa yang terletak di Kecamatan Kulisusu Utara. Yakni desa Erenere, Ulunambo dan Wamboule.

Selain itu, Dinkes juga intensif melakukan penyuluhan terkait DBD dibeberada desa. “Hampir seluruh kecamatan potensial terserang virus dengue. Pola hidup sehat sangat urgen dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus tersebut. Yakni, dengan membudayakan menutup, menguras, dan mengubur barang bekas. Hal itu merupakan tindakan pencegahan yang sangat efektif menghentikan penyebaran demam berdarah,” jelasnya.

Lebih jauh, pria ramah ini mengatakan, masyarakat Butur perlu mewaspadai waktu beraktivitas nyamuk aedes aegypti. Supaya tidak terkena gigitan yang dapat menyebabkan demam berdarah dengue. “Nyamuk aedes aegypti aktif menggiigit pada pukul 07.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita. (c/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top