Lima Pegawai Konsel yang Kena OTT Mulai “Bernyanyi” – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Lima Pegawai Konsel yang Kena OTT Mulai “Bernyanyi”

kendaripos.fajar.co.id ANDOOLO- Lima pegawai Dinas Dikbud Konsel yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus pungli mulai “bernyanyi”. Mereka mengaku melakukan pungutan tersebut atas perintah atasan langsungnya. Bahkan, pembayaran pengurusan berkas sertifikasi guru di Dinas Dikbud Konsel sudah berlangsung turun temurun.

pungli

Satgas Saber Pungli Polres Konsel pun terus melakukan pendalaman penyelidikan terkait kasus tersebut. Kepolisian belum menetapkan tersangka dalam OTT pungli di Dinas Dikbud. Sejumlah pejabat di Dinas Dikbud akan dimintai keterangan, termasuk Kadis Dikbud Konsel Dr Busnawir. Penyidik juga telah mendapatkan barang bukti pungli senilai Rp 50 juta dari hasil OTT tersebut.

Kasatreskrim Polres Konsel, Iptu Ismail Pali mengungkapkan, pemeriksaan terhadap kelima oknum pegawai yang terjaring OTT tersebut masih sementara berlangsung. Dari hasil keterangan yang diperoleh dari saksi, praktik pungli terhadap tenaga pendidikan di instansi itu sudah sering dilakukan. Bahkan sudah turun temurun.

“Dari pemeriksaan yang kita kembangkan, kelima staf ini mengaku mendapat arahan dari kepala bidangnya. Sehingga mereka berani mengumpul sejumlah uang ini,” kata Ismail saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (28/2).
Selanjutnya terang mantan Kapolsek Lainea ini, Kabid Tenaga Kependidikan Dinas Dikbud Konsel, Agus Jatmiko juga telah hadir di Polres dan memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Dari hasil keterangan Agus, lanjut Ismail, praktik pungli ini sudah terjadi. Bahkan sebelum Agus menjabat Kabid, budaya seperti ini sudah ada.

“Agus Jatmiko sempat hadir memberikan klarifikasi mengenai adanya lima stafnya yang diseret. Dia juga mengakui kalau itu instruksinya. Hanya tidak mematok sekian banyaknya. Tapi kenyataannya kan bukti uang kami dapat itu dipatok. Ada yang Rp 50 ribu, ada juga Rp 100 ribu. Modus operandinya itu, kalau tidak disimpan dalam bentuk amplop di berkas, ada juga yang memberikan langsung dan itu mereka tulis di data siapa-siapa yang sudah menyetor berkas dan berapa nilai uangnya,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, pihaknya telah memeriksa sejumlah berkas sertifikasi guru. Sudah mencapai seribuan berkas. Sementara jumlah penerima sertifikasi guru untuk triwulan pertama sekitar 1.300 guru baik dari tenaga Paud, SD, dan SMP. Apalagi, batas penyetoran berkas itu terakhir pada tanggal 27 Februari 2017 lalu.

Wajar saja jika semua guru-guru berbondong-bondong menyetor ke dinas terkakait saat itu. “Jumlah uang sebagai barang bukti yang kita kumpulkan sudah sekitar Rp 50 jutaan. Itu setelah diakumulasi berkas Guru Paud, SD, dan SMP. Sementara sebagian berkas masih ada di ruangan Kabid yang belum kami periksa. Baru ini ada sekitar 1.000 berkas dan ini masih belum selesai,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan ini, tambah pria satu anak ini, pihaknya akan memanggil Kadis Dikbud Konsel Dr Busnawir untuk memberikan klarifikasi terhadap kasus OTT yang terjadi di instansi itu. Pihaknya berjanji sesegera mungkin menetapkan tersangka. “Besok kami rencana akan gelar perkara. Insya Allah sudah ada yang akan jadi tersangka. Kami juga akan memanggil kadis terkait untuk memberikan klarkfikasi,” tambahnya. Dari kejadian tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti lainnya yang merupakan milik kelima staf bagian pengurusan sertifikasi guru berupa tiga buah laptop dan empat buah HP.

Dari hasil pemeriksaan kelima saksi yang diamankan saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu, satu berstatus pegawai negeri sipil, yakni inisial ST dan empat orang pegawai honorer. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubag Kepegawaian Dinas Dikbud Konsel, Surya. Kata dia mengenai peristiwa OTT tersebut pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Dari pantauan Wartawan Kendari Pos, suasana pelayanan di Dinas Dikbud Konsel, kemarin (28/2), tampak sepi. Beberapa pejabat tidak terlihat. Dr Busnawir pun tidak masuk kantor termasuk kepala bidang tenaga pendidikan yang juga pengurusan sertifikasi guru (Agus Jatmiko red). Bahkan ruangan tempat OTT masih tersegel dengan police line. Salah seorang staf PK mengakui dari pagi hingga pukul 12:00 wita kemarin Kepala Dinas dan Kepala bidang belum masuk kantor.

“Kalau pak kadis, dia sedang berduka, jadi belum masuk dari kemarin,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Konsel, Dr H Arsalim Arifin mengungkapkan, dari peristiwa OTT di Dinas Dikbud tentunya akan melaksanakan evaluasi khususnya terhadap aparatur pelayanan masyarakat yang ada di Konsel. “Pemda akan mengevaluasi seluruh sistem pelayanan kepada masyarakat dan PNS yang ada selama ini untuk perbaikan. Kemudian, akan melakukan penataan personel dengan melakukan rotasi, pemberian rewards dan sanksi tegas serta peningkatan keterampilan,” katanya.

“Kami juga akan evakuasi anggaran yang ada di setiap SKPD pelayanan, contohnya pemberian TPP, anggaran perbaikan sistem pelayanan yang Berbasis IT. Kita juga fokus melakukan pengawasan yang ketat terhadap penyelenggaraan sistem pelayanan,” imbuhnya.

Disisi lain, dari kejadian tersebut dirinya akan menata SDM sejumlah aparaturnya terutama di beberapa dinas yang pelayanan berbau keuangan dan yang vital agar budaya pungli tersebut dapat diberantas. “Dengan adanya OTT ini, semoga bisa memberikan pembelajaran bagi dinas dan SKPD lain dan ini bisa memberikan efek jera,” harapnya.

Mengenai adanya oknum PNS, jika sudah terbukti secara hukum, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas dan bisa jadi pemecatan. “Kita ingin basmi budaya pungli ini. Dengan adanya saber pungli sesuai yang telah dibentuk presiden ini, kita harus terapkan di Konsel,” tandasnya. (kam/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top