Ada Anoa Jantan di Lokasi Expo Konawe – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Konawe

Ada Anoa Jantan di Lokasi Expo Konawe

Anoa dewasa, hewan endemik Sultra ini dipamerkan di stand Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe di arena ekspo Konawe di Unaaha.

Anoa dewasa, hewan endemik Sultra ini dipamerkan di stand Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe di arena ekspo Konawe di Unaaha.

kendaripos.fajar.co.id,UNAAHA–-Stand Kecamatan Amonggedo cukup memikat perhatian pengunjung Expo Konawe. Banyak masyarakat yang berkerumung sebuah kandang kecil yang diletakkan di depan stand pameran tersebut. Rasa penasaran pengunjung lainnya tak tertahan hingga mereka turut mengantri. Ternyata mereka ingin menyaksikan satwa endemik Sultra, anoa yang turut dipamerkan dalam expo tersebut.

Helson Mandala Putra, Unaaha

Bumi Anoa. Julukan itu diperuntukkan untuk Sulawesi Tenggara karena daerah ini yang memiliki hewan jenis anoa. Meskipun anoa hidup di jazirah Sulawesi Tenggara, namun banyak masyarakat yang belum menyaksikan langsung jenis hewan langka ini. Hewan liar ini bukan saja karena hidupnya di hutan belantara, namun juga populasinya sudah terancam punah.

Sebagian besar masyarakat saat ini hanya mendengar cerita tentang anoa, terutama para generasi muda. Momentum HUT Konawe selalu dipenuhi kejutan. Entah ada apa gerangan, anoa yang menjadi lambang Sulawesi Tenggara (Sultra) tiba-tiba menampakkan diri, jelang pembukaan HUT. Salah seorang warga Amonggedo bernama Haerul mendapat anoa gunung terkena jerat babi di wilayah Trans Bali, Kecamatan Amonggedo, seminggu sebelum pembukaan Expo.

Hewan endemik tersebut tinggal di hutan yang tak terjamah oleh manusia. Sekilas, penampilannya mirip dengan kerbau dengan tanduk yang tajam. Anoa hanya melahirkan sekali dalam setahun. Nah, sejak tahun 1960-an, anoa berada dalam status terancam punah, karena sering diburu untuk diambil kulit, tanduk, dan dagingnya.

Beruntung masyarakat Konawe bisa melihat secara langsung wujud anoa. Ketika malam hari, banyak masyarakat yang berkumpul melihat anoa tersebut di pameran. Saking padatnya pengunjung hingga menyebabkan kemacetan pejalan kaki. Tentu saja, di zaman sekarang anoa sudah hampir punah dan menyisakan cerita saja. “Saya saja sudah puluhan tahun, baru pertama kali ini melihat anoa. Ternyata memang mirip sekali dengan kerbau, hanya lebih kecil dan lincah. Tanduknya kecil, lurus dan tajam,” ungkap Haerul.

Katanya, Anoa bisa bertahan hidup sekira 20-25 tahun. Saat dilahirkan, bayi anoa bulunya berwarna cokelat keemasan atau kekuningan dan sangat tebal. Warnanya perlahan berubah menjadi lebih gelap seiring dengan perkembangannya. Anoa yang berada di Stand Kecamatan Amonggedo disinyalir sudah berusia dewasa, sebab warna kulitnya sudah berwarna gelap.

Awalnya, anoa yang terkena jerat babi itu ada dua ekor, namun betinanya tidak dapat diselamatkan dan mati tidak lama setelah ditemukan. Untuk pejantan, sudah ditangani oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe. Selain kakinya yang terluka, anoa tersebut masih sehat. Untuk makanannya, pihak kecamatan secara bergantian mencarikan pakan, diantaranya kangkung dan jenis sayuran lainnya.

Rencananya, setelah Expo HUT Konawe selesai digelar, Haerul akan memelihara anoa tersebut. Katanya, ia ingin menjaga dan melestarikan anoa sebagai salah satu ikon Sultra. Dia berharap bisa mendapatkan anoa betina, agar bisa berkembang biak dan tidak punah. “Siapa tahu muncul lagi yang betina atau kalau ada masyarakat lain yang punya anoa betina, kita bisa melestarikannya,” ujarnya.

Kendati demikian, ia juga tidak merasa keberatan bila pemerintah ingin mengambil alih dan melestarikan satwa tersebut. Pasalnya, anoa termasuk hewan dilindungi dan tidak boleh dieksploitasi demi keuntungan pribadi. “Memang saya yang menemukan anoa ini, tapi tetap saja ini hewan dilindungi pemerintah. Maksud saya memelihara supaya tidak diburu dan punah, makanya saya mau menjaganya sendiri,” terangnya. (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top