Pelihara Ikan Eksklusif di Kolam, Rp 50 Juta per Ekor – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Pelihara Ikan Eksklusif di Kolam, Rp 50 Juta per Ekor

timthumb (7)

kendaripos.fajar.co.id MAKASSAR- Miswar dulu memelihara ikan hias. Namun, kini dia beralih memelihara ikan eksklusif yang didatangkan dari luar negeri.

NURJANNAH – Bukit Baruga Antang

TAMAN di depan rumah Miswar, Bukit Baruga Antang, Makassar, Sulsel, disulap menjadi kolam ikan ukuran 4 X 15 meter. Di atas kolam tersebut dibuat jembatan kayu untuk memudahkan melihat ikan dalam kolam kedalaman 1,75 meter.

Mice’- sapaan akrab Miswar – mengakui awalnya hobi memelihara ikan hias ukuran kecil, namun tidak bisa bertahan lama. “Sehingga saya ganti ikan besar,” ungkap Mice’, saat ditemui FAJAR (Jawa Pos Group).

Kolam ikan miliki Mice’ kini dipenuhi ikan berbagai jenis dengan berat puluhan kilogram, seperti ikan Arapaima sekitar 20 ekor dengan panjang 2 meter, Red Tail dengan panjang 1 meter yang didatangkan dari Sungai Amazon.

Ada juga Alligator Spatulla 10 ekor dengan panjang 1,5 meter, dan Alligator Spatulla Platinum 5 ekor yang didatangkan dari Thailand. Mice mengaku membeli ikan-ikan tersebut sejak enam tahun lalu, saat itu ukurannya masih 3,5 cm.

Kemudian ia pelihara dengan menjaga asupan makanannya. Tidak sampai sebulan ukuran ikan tersebut telah mencapai 40 cm. Dia menyebut nilai satu ekor ikan Arapaima miliknya saat ini sudah mencapai Rp 30 juta – Rp 40 juta per ekor.

Dan alligator Spatulla mencapai Rp 50 juta per ekor. Namun laki-laki berkacamata itu enggan menjual ikan-ikannya. “Kalau ada berminat dan bisa mengangkut sendiri ikannya, bisa saja saya jual. Namun kalau mengharap saya yang mengangkut, saya angkat tangan,” bebernya sembari terkekeh.

Sebab, lanjut dia, untuk menangkap satu ekor ikan Arapaima, membutuhkan waktu berjam-jam. “Kita harus memburu ikan tersebut berjam-jam sampai ikannya kelelahan,” tuturnya.

Untuk perawatannya, laki-laki berkulit bersih tersebut mempekerjakan tiga orang. Setiap pagi mereka harus mengantarkan makanan berupa ikan kecil-kecil yang masih hidup.

“Kita harus beri makanan segar sampai 10 kg sehari. Sebab ikan-ikan tersebut akan mengamuk apabila kelaparan,” tuturnya. Jika kelaparan, lanjut dia, ikan ini akan memberontak di kolam pada malam hari. Makanya, jembatan kayu yang dibuat di atas kolam rusak karena terkena benturan ikan.

Pemilik Jilc ini mengakui pernah beberapa kali mengonsumsi ikan peliharaannya, terutama saat ada hajatan keluarganya. “Daging ikan ini setara dengan 2 ekor kambing. Dagingnya sangat banyak,” tuturnya. (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top