Olala…KPK Sita Aset Wali Kota Madiun – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Olala…KPK Sita Aset Wali Kota Madiun

kendaripos.fajar.co.id – Wali Kota Madiun (nonaktif) Bambang Irianto terancam kehilangan banyak aset kekayaan. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menyita semua aset itu. Terutama yang diperoleh saat Bambang menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Madiun pada 2009-2014 dan 2014-2016.

80424-kpk-tahan-wali-kota-madiun-bambang-irianto-Vhg_highres

Satu persatu aset kekayaan Bambang mulai disita KPK pada Senin (20/2). Diantaranya, empat mobil mewah dan sejumlah uang di tiga rekening bank milik wali kota dua periode itu. Yakni BTPN, BTN, dan Bank Jatim. ”Untuk kalkulasinya (total aset yang disita) kami belum dapat info terbaru dari penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin (21/2).

Penyitaan itu berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas proyek pembangunan pasar besar Madiun (PBM) senilai Rp 76,5 miliar tahun anggaran 2009-2012. Bambang diduga menempatkan dan mentransferkan hasil korupsi PBM dengan tujuan mengaburkan asal-usul harta kekayaan itu.

Febri mengatakan, pihaknya masih terus menelusuri semua aset Bambang selama menjabat walikota pada 2009-2014 dan 2014-sekarang. Baik itu aset bergerak dan tidak bergerak atau harta kekayaan yang ada di rekening bank Bambang dan keluarga. ”Hari ini, penyidik juga melakukan pendalaman di bank yang lain di luar tiga (bank) yang sudah dilakukan sebelumnya,” jelasnya.

Penyidik, kata Febri, sudah memetakan sejumlah aset yang diduga hasil TPPU itu. Antara lain beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Bambang di Kota Madiun. Pendalaman juga dilakukan terhadap aset tidak bergerak lain milik Bambang dan keluarga serta kolega. ”Akan disampaikan berikutnya untuk total penyitaan,” bebernya.

Selain mengusut aset, penyidik juga terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Baik di Kota Madiun maupun di gedung KPK Jakarta. Bambang pun juga kembali dipanggil penyidik komisi antirasuah kemarin. ”Untuk saksi ada yang diperiksa di Kota Madiun, ada juga yang di KPK. Pemeriksaan juga kami lakukan di Jombang karena ada beberapa saksi di sana,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK membeber adanya uang senilai Rp 50 miliar yang mengalir ke Bambang. Uang itu diduga merupakan hasil gratifikasi politikus Demokrat itu dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Madiun dan pengusaha. Tidak hanya berkaitan dengan proyek PBM, uang itu juga berkaitan dengan honor pegawai, perizinan dan pemasukan lain yang diduga tidak sah.

Sebagai catatan, selain dijerat TPPU, Bambang juga disangka pasal penerimaan hadiah dan perbuatan turut serta pengadaan atau pemborongan proyek PBM. Sejauh ini, Febri menyebut belum ada keterlibatan pihak lain dalam korupsi kakap itu. ”Belum ada (tersangka lain),” ujar mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.

Sementara itu, Bambang yang kemarin diperiksa KPK masih irit berkomentar saat ditanya terkait sangkaan TPPU yang menjeratnya. Bambang hanya mengatakan tidak tahu-menahu asal muasal aset kekayaan yang diduga hasil korupsi kakap tersebut. ”La iya, duitnya siapa itu ?,” tanya Bambang kepada awak media yang menanyakan soal rencana KPK menyita sejumlah aset miliknya. (tyo/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top