Hari Ini, Enam KPU Pleno Hasil Pilkada – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Hari Ini, Enam KPU Pleno Hasil Pilkada

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar pleno penetapan hasil rekapitulasi suara Pilkada serentak 2017, hari ini (22/2). Ada enam kabupaten/kota yang akan melaksanakan pleno yakni KPU Kota Kendari, Bombana, Kolaka Utara, Muna Barat, Buton, dan Buton Tengah. Sementara, KPU Buton Selatan (Busel) memilih menggelar pleno rekapitulasi suara tanggal 23 Februari (besok, red).

grafis pleno pilkada

Kepolisian pun mengantisipasi adanya potensi konflik saat pleno hasil rekapitulasi suara Pilkada serentak dengan menurunkan 2/3 kekuatan. Sekretariat KPU pada enam KPU dijaga ketat agar pelaksanaan pleno berjalan aman dan lancar. Tak sekadar menjaga sekretariat KPU, kepolisian juga telah mobile melakukan patroli dalam menjaga kondusivitas masyarakat pasca pencoblosan digelar.

Pada situs pilkada2017.kpu.go.id, KPU merilis hasil suara sementara sesuai formulir C1 (rekapitulasi suara di tingkat TPS). Hasil Pilkada di Kota Kendari menunjukkan pasangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman meraih suara 55.769 atau 36,86 persen. Pasangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain lebih unggul dengan 62.019 suara atau 41 persen. Sementara Muh Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud mengantongi 33.501 suara atau 22,14 persen. Sementara di Kabupaten Bombana, pasangan Tafdil-Johan Salim unggul tipis 40.993 suara atau 50,78 persen dibanding rivalnya Kasra Jaru Munara-Man Arfah yang meraup 39.727 suara atau 49,22 persen.

Pilkada di Kolaka Utara, Nur Rahman Umar-H Abbas mampu meraup suara 35.303 atau 47,23 persen, Bobby Alimuddin Page-Maksum Ramli mendapat  27.442 suara atau 36,72 persen, dan Anton-M Haidirman Sarira hanya 11.996 suara atau 16,05 persen. Muna Barat, LM Rajiun Tumada-Achmad Lamani meraup 26.126 suara atau 59,45 persen dan LM Ihsan Taufik Ridwan-La Nika meraih 17.823 suara atau 40,55 persen.

Di Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat-La Ode Arusani mendapat 17.224 suara atau 43,01 persen, Muh Faisal-Wa Ode Hasniwati raih 15.686 suara atau 39,17 persen, H Sattar-M Yasin Welson Lajaha mendapat 5.915 suara atau 14,77 persen, dan Agus Salim-La Ode Agus mendapat 1.218 suara atau 3,04 persen. Paslon tunggal Samsu Umar Abdul Samiun-La Bakry mendapat suara dengan selisih tipis melawan bumbung kosong (kotak kosong, red). Umar Samiun-La Bakry mendapat 27.512 suara atau 55,08 persen dan bumbung kosong mendapat 22.438 suara atau 44.92 persen. Sementara di Buteng, Samahuddn-La Ntau mendapat 27.647 suara atau 57.85 persen dan Mansur Amila-Saleh Ganeru meraih 42,15 persen atau 20.143 suara.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengungkapkan, situs KPU tersebut hanya mengapload formulir C1 dari TPS. Bisa saja masih ada koreksi jika ada kesalahan, namun tidak terlalu signifikan. “Tingkat keakuratan dan kepercayaannya mencapai 99,9 persen. Tapi ketentuan sahnya adalah hasil pleno KPU setempat,” ungkapnya.

Mantan Ketua KNPI Sultra itu menambahkan, setelah rekapitulasi hasil pilkada di 7 kabupaten/kota maka keputusan KPU bisa disengketa di MK RI oleh Paslon yang merasa kalah. Sengketa hasil diajukan ke MK paling lama 3×24 jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilihan oleh KPU kabupaten/Kota. Syaratnya, daerah dengan jumlah penduduk hingga 250 ribu orang pengajuan sengketa dapat dilakukan jika selisih suara hanya 2 persen. Ini hanya berlaku pada enam kabupaten yang ikut pilkada serentak 2017.

Sementara Kota Kendari yang memiliki jumlah penduduk antara 250 ribu-500 ribu orang, selisih suara harus 1,5 persen saja. “Ketentuan ini diatur pada pasal 157 dan pasal 158 UU nomor 8 tahun 2015 yg diubah menjadi UU nomor 10 tahun 2016. Jadi memang hanya Bombana yang berpotensi ada gugatan di MK,” jelasnya.

“Bagi pihak yang mendapatkan perolehan suara terbanyak dapat dikatakan menang sebagai calon terpilih kalau tidak ada gugatan perselisihan hasil di MK. Tapi apabila terdapat perselisihan hasil di MK, maka penetapan pasangan calon terpilih ditunda setelah proses di MK,” imbuhnya.

Komisioner KPU Mubar, Awaluddin Usa mengatakan, pleno digelar pukul 09.00 Wita di Sekretariat KPU Mubar. Dia mengharapkan saksi pasangan calon menghadiri pleno. Semua persiapan telah dimatangkan. “Undangannya sudah diberikan kepada masing-masing pasangan calon. Begitu pula Panwas. Namun, kepada paslon, selain undangan resmi juga undangan via ponsel melalui LO-nya. Ini mengingat pleno sebelumnya di kecamatan, saksi paslon Ihsan-La Nika tidak hadir,” katanya.

Sementara Ashar, Komisioner KPU Bombana mengatakan, peserta yang diundang dalam rapat pleno KPU hari ini sangat terbatas. Jumlahnya tidak sampai 150 orang. Mereka yang diundang sambung Ashar adalah ketua PPK di 22 Kecamatan plus anggotanya masing-masing 4 orang (totalnya, 110 orang), 3 komisioner Panwas Kabupaten, Muspida serta maksimal 4 orang saksi atau pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Rapat pleno rekapitulasi tingkat KPU Bombana akan dimulai pukul 10.00 wita di gedung Dekranasda Kasipute. Teknisnya, KPU akan membacakan per Kecamatan hasil pleno di tingkat kecamatan. “Acara ini (pleno) kami agendakan selama tiga hari. Mudah-mudahan bisa berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.

Komisioner KPU Kolut, Martani Mustafa mengatakan, undangan telah disebar. Pleno akan dimulai pukul 09.30 wita. Selama proses rekapitulasi baik di tingkat kecamatan belum menerima gugatan. Saksi seluruh paslon diharapkan hadir.

Pleno hasil rekapitulasi suara Umar Bakry melawan bumbung kosong juga akan digelar hari ini di Hotel Muslima Banabungi, Buton. Kegiatan akan dimulai pukul 09.30 Wita. “Seluruh persiapan pelaksanan kegiatan telah matang. Yang kita undang; PPK, Panwas dan tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Tidak ada saksi dari kota kosong. Jadi, yang kita undang hanya tim dari Umar-Bakry,” kata Alimuddin Sikuru, Ketua KPU Buton Alimudin Sikuru.

Sementara itu, KPU Buton Selatan (Busel) yang awalnya mengagendakan pelaksanaan pleno hasil pungut suara Rabu (22/2) melakukan penundaan. Alasanya, agar Polres Buton yang melaksakan tugas pengaman lebih mempersiapkan lagi, berbagai atribut pengamanananya. “Jadwal pelaksanaan pleno kita undur, Kamis (23/2),” Kata Gunawan, komisioner KPU Busel. (ahi/yaf/nur/rus/aka/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top