157 Penumpang KMP Dharma Kartika Dievakuasi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

157 Penumpang KMP Dharma Kartika Dievakuasi

kendaripos.fajar.co.id KOLAKA- Proses evakuasi 157 penumpang KMP Dharma Kartika yang kandas di Perairan Bone berlangsung hingga, kemarin pagi (20/2). Kondisi seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Butuh perjuangan keras bagi regu penyelamat dalam memindahkan penumpang KMP Dharma Kartika ke Pelabuhan Bajoe. Tidak tanggung-tanggung, tim mengevakuasi 157 penumpang selama 10 jam. Tim mulai melakukan evakuasi sekira pukul 20.00 Wita, Minggu malam dan selesai beroperasi sekira pukul 06.15 Wita, kemarin.

IMG_4100

Koordinator Wilayah Kerja OPP Bajoe, Sony Padly mengatakan, proses evakuasi tidak mudah. Sejumlah kendala dirasakan. “Proses evakuasi cukup lama. Gelombang tinggi, angin kencang disertai hujan, sehingga proses evakuasi cukup lambat. Syukur, seluruh penumpang dalam keadaan selamat,” ujar Sony, Senin, kemarin.

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Bajoe menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara ini memulai perjalanan pada pukul 18.16 Wita, Minggu (19/2) dan hilang kontak sekira pukul 18.45 Wita. “Kapal keluar dari lintasan yang ditetapkan. Kapal masuk ke daerah dangkal dan kandas di atas karang. Diduga kompas kapal tidak sinkron dengan kemudi sehingga keluar dari lintasan,” jelas Sony.

Sony menambahkan, pihaknya belum mengetahui penyebab kandasnya KMP Dharma Kartika. Berbagai spekulasi mulai muncul atas insiden tersebut. Wilayah Kerja OPP Bajoe langsung membentuk tim investigasi yang langsung menangani permasalahan tersebut. Apalagi, kejadian seperti ini jarang terjadi. “KMP Dharma Kartika merupakan kapal yang paling muda dengan fasilitas paling bagus. Untuk mengetahui penyebab kandasnya maka dibentuk tim investigasi,” jelasnya.

“Jangan sampai ada kesalahan nakhoda atau alat kapal yang rusak. Makanya harus dipelajari lebih jauh,” imbuhnya. Hal janggal lainnya, yakni jumlah penumpang. Pada manifest kapal terdaftar 95 penumpang. Faktanya, jumlah penumpang yang dievakuasi mencapai 157 orang.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Bajoe, A Arifuddin mengatakan, insiden kapal kandas lantaran adanya penyimpangan jalur yang dilakukan nakhoda. “Arah kapal menuju Tanjung Pallette atau sekitar dua mil dari Pelabuhan Bajoe,” ujar Arifuddin.

Arifuddin mengakui ada penumpang yang tidak terdaftar di manifest kapal. Hanya saja, dirinya enggan menyebut penumpang tersebut sebagai penumpang “gelap”. “Di manifest 95 orang, tetapi yang dievakuasi 157 orang. Mungkin lebihnya penumpang ini tidak terdaftar karena mereka masuk hitungan dalam truk. Jadi para sopirnya tidak terhitung padahal harusnya juga terdaftar. Penumpang yang tidak terdaftar juga kebanyakan anak-anak,” katanya. Pihak Pelabuhan Bajoe akan memeriksa nakhoda terkait kandasnya kapal saat berlabuh.

Kepala Basarnas Bone, A Sultan menambahkan, pihaknya menurunkan 16 personel dalam proses evakuasi. Basarnas tidak sendiri dalam melakukan proses pertolongan. “Karena ada dari Polair satu speedboat, BPBD satu perahu karet, ada juga rescue boat 1 perahu, serta nelayan,” akunya. (smd/fad/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top