Ekspos 9 Tahun Nusa, Sejumlah Bupati Teteskan Air Mata – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Ekspos 9 Tahun Nusa, Sejumlah Bupati Teteskan Air Mata

Gubernur Nur Alam memeluk ibunya, Hj Fatimah yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Wahidin, Makassar, Sulsel, Selasa malam (14/2).

Gubernur Nur Alam memeluk ibunya, Hj Fatimah yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Wahidin, Makassar, Sulsel, Selasa malam (14/2).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—-Ada sisi humanis yang begitu dalam saat ekspose 9 tahun Nur Alam-Saleh Lasata menakhodai daerah ini di salah satu hotel termegah di Kota Kendari, Sabtu (18/2). Betapa tidak, Gubernur Nur Alam membuka acara dengan menyanyikan lagu “Sio Mama” dan mengakhiri eksposenya dengan clossing statemen yang begitu menggugah nurani.

BACA JUGA :  Kendari Pos Gelar Pameran Foto 9 Tahun Nusa

Tak mengherankan bila banyak pengunjung begitu terharu dan meneteskan air mata. Bupati Konawe, Kery Konggoasa, Bupati Koltim, Tony Herbiansyah, dan Pj Bupati Bombana, Sitti Saleha terlihat  beberapa kali menghapus air matanya yang membasahi pipi. Bahkan, Kery Konggoasa tak kuasa menahan tangisnya saat menyalami  Nur Alam seusai pemaparan 9 tahun kepemimpinannya.

Nur Alam memulai eksposnya dengan menyanyikan lagu  “Sio Mama”. Di layar slide panggung pun ditampilkan foto-foto Nur Alam yang tengah bercanda dan merawat ibundanya, Hj Fatimah yang sedang sakit keras. Saat ini, Hj Fatimah memang sedang mendapat perawatan intensif di rumah sakit Wahidin, Makassar. Yang menarik, pada setiap iringan musik panjang Nur Alam mengungkapkan perasaannya tentang ibunya, masa kecilnya yang bukan siapa-siapa hingga perjuangannya menjadi gubernur.

BACA JUGA :  Lihat Galeri Foto 9 Tahun Nusa Berkarya, Pengunjung Terksesima

“Pada Pilwali ada media yang melansir saya golput, karena tak memilih. Padahal, saat itu saya tengah merawat ibu saya yang sedang sakit. Saya kira sangatlah manusiawi bila saya harus mendahulukan merawat ibu saya yang sedang sakit,” tutur Nur Alam lalu melanjutkan menyanyikan lagunya.

Sedang diakhir acara Nur Alam mengungkapkan perasaan dan harapannya bila jabatannya berakhir. “Bukan saya takut kehilangan lapangan kerja, atau tak punya jabatan lagi, tapi yang buat saya gelisah apakah rakyat saya, aparat saya akan tetap rukun dalam satu bingkai kekeluargaan masyarakat Sultra,” tutur NurvAlam. (Sawal)

BACA JUGA :  Menhub Budi Karya Sumadi Buka Ekspose 9 Tahun Nusa

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top