Ibunya Terbaring di Ruang ICU RS Wahidin, Gubernur Terpaksa Golput di Pilwali – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ibunya Terbaring di Ruang ICU RS Wahidin, Gubernur Terpaksa Golput di Pilwali

Gubernur Nur Alam memeluk ibunya, Hj Fatimah yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Wahidin, Makassar, Sulsel, Selasa malam (14/2).

Gubernur Nur Alam memeluk ibunya, Hj Fatimah yang tengah menjalani perawatan intensif di RS Wahidin, Makassar, Sulsel, Selasa malam (14/2).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIGubernur Sultra, H Nur Alam terpaksa tak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan walikota Kendari, Rabu (15/2). Nur Alam terpaksa harus golput (golong putih alias tak memilih) karena harus merawat ibunya, Hj Siti Fatimah, yang terbaring sakit di ruang ICU Rumah Sakit Wahidin, Makassar, Sulawesi Selatan. Hj Fatimah memang dirujuk ke RS Wahidin dari RS Bahteramas karena sakit yang dideritanya cukup berat, sehingga harus mendapat penanganan khusus di RS Wahidin Makassar.

Nur Alam berangkat ke Makassar pada Selasa (14/2) sore dan rencananya akan kembali lagi ke Kendari untuk menyalurkan hak pilihnya pada Rabu (15/2). Tiket pulan pergi Makassar pun telah dipesan. “Saya jenguk ina (mama) dulu di Makassar ya. Insya Allah, besok pagi kembali,” kata Nur Alam usai diwawancarai wartawan koran ini terkait imbaunnya dalam Pilkada di Sultra, Selasa sore (14/2).

Manusia hanya berencana, Tuhanlah penentu semuanya. Tiba di Bandara Hasanuddin Makassar, Nur Alam langsung ke RS Wahidin menjenguk ibunya yang tengah terbaring di ruang ICU.  Melihat kondisi ibunya, Nur Alam terlihat berlinang air mata. Dia pun banyak bercakap dan menenangkan ibunya yang tampak berusaha mengeluarkan satu dua kata mencurahkan perasaannya pada anak kesayanggannya. Dengan telaten Nur Alam pun mengurus ibunya.

BACA JUGA :  Aurel Batal Jadi Menantu Gubernur Sultra

Beberapa saat kemudian Nur Alam menunaikan salat di masjid di komplek RS Wahidin. Seusai salat terlihat mata Nur Alam masih berkaca-kaca. Nur Alam meninggalkan RS Wahidin setelah ibundanya tertidur pada pukul 23.00 Wita. “Sepulang dari RS Wahidin, Pak Gub meminta agar penerbangannya ditunda, karena masih ingin mengurus Ina (Hj Fatimah) di rumah sakit. Dari rencana tiba pukul 11.00 Wita, gubernur meminta agar masih bisa menjenguk ibunya pagi hari,” kata Kusnadi, Kadis Infokom Sultra.

“Tiket untuk penerbangan siang, dengan harapan bisa memilih pukul 12.00-13.00 Wita juga sudah dipesan, namun kondisi Ina memang membutuhkan perhatian Nur Alam. Kondisi itu menyebabkan Bapak Gubernur Sultra terpaksa tak bisa menyalurkan hak pilihnya, ” tambah Kusnadi.

Sementara, di TPS 01 Anawai, tempat Nur Alam dan keluarga tempat menyalurkan hak pilih pada setiap pesta demokrasi ketidakhadiran gubernur sudah mulai terlihat sejak awal. Biasanya, Nur Alam dan keluarganya selalu datang secara bersamaan. Namun kemarin, mereka datang terpisah. Di awali putri sulungnya, Sitya Giona sekitar pukul 10.45 Wita. Kehadiran Giona cukup mengejutkan. Pasalnya, tidak dampingi staf protokoleran. Makanya, kehadiran hampir luput dari pantuan wartawan yang menunggu sejak pagi.

BACA JUGA :  Nur Alam Terancam Sanksi DPP

Menggunakan pakaian hitam yang dipadu dengan jilbab berwarna pink, kedatangan Giona cukup singkat. Hanya sekitar 5 menit. Setelah menyerahkan formulir C6-nya, ia langsung dipersilahkan menggunakan hak suaranya. Usia menyalurkan hak pilihnya, ia pun menyempatkan waktunya saat diminta wartawan menunjukan jari kelingkingnya. Giona pun sempat menjawab pertanyaan wartawan tentang kepastian ayahnya hadir menyalurkan hak pilihnya. “Insya Allah, bapak akan datang. Kabarnya, bapak akan tiba sebelum pukul 13.00 Wita,” katanya singkat sambil memohon pamit, Rabu (15/2).

Sekitar pukul 11.12 Wita, Muhammad Radhan (putra Nur Alam) menyusul tiba di TPS. Hanya saja, ia belum bisa menyalurkan hak suaranya. Ia harus menunggu sekitar satu jam. Pasalnya, ia hanya membawa e-KTP. Dalam aturan, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) hanya bisa menyalurkan hak suara setelah pukul 12.00 Wita. Seperti halnya Sang Kakak, Radhan mengaku ayahnya berusaha akan hadir. Hanya saja, ia belum mengetahui kabar terakhir lantaran lupa membawa ponselnya. “Maaf, saya belum tahu kabar terakhir. Saat ini, beliau lagi di Makasar. Lagi temani nenek saya yang akan dioperasi. Makanya, saya belum bisa pastikan apakah beliau akan datang atau tidak,” katanya.

BACA JUGA :  Gubernur Segera Lelang Jabatan Eselon

Beberapa menit sebelum TPS ditutup, Kendari Pos mencoba menghubungi beberapa sumber. Berdasarkan hasil konfirmasi, gubernur baru akan tiba pukul 16.00 Wita. Makanya, ia bisa memastikan gubenur tidak akan menyalurkan hak suaranya. Informasi ini ternyata benar. Hingga Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menutup tahap pemungutan suara, Nur Alam tidak kunjung terlihat.

Berdasarkan hasil perhitungan surat suara yang dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS 1 Kelurahan Anaiwoi. Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut dua, ADP-SUL unggul jauh dibanding calon lainnya. Dari surat suara yang berjumlah 261 suara, pasangan ADP-SUL berhasil memperoleh 121 suara. Sedangkan pasangan lainnya yakni, Rasak-Haris memperoleh 88 suara dan Derik-Syahriah memperoleh 52 suara. Sementara 3 surat suara dinyatakan tidak sah.(mal)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top