Gubernur Pantau Ujian Penyesuaian Ijazah – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Gubernur Pantau Ujian Penyesuaian Ijazah

Gubernur Sultra, H Nur Alam memantau jalannya ujian penyesuaian ijazah bagi PNS lingkup Pemprov Sultra, Selasa (14/2).

Gubernur Sultra, H Nur Alam memantau jalannya ujian penyesuaian ijazah bagi PNS lingkup Pemprov Sultra, Selasa (14/2).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Tes penyesuaian ijazah yang dijalani para Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat perhatian Gubernur Sultra, H Nur Alam. Selasa (14/2), sekitar pukul 16.00 Wita orang nomor Sultra ini meninjau pelaksanaan seleksi. Meskipun tak memberi tanggapan, mantan Ketua DPW PAN Sultra ini nampak cukup puas. Didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Hj. Nur Endang Abbas, ia terlihat begitu serius memerhatikan peserta mengisi jawaban dilayar komputer. Sesekali ia meminta penjelasan mengenai penerapan sistem Computer Assisted Test (CAT).

“Alhamdulillah, gubernur cukup puas. Apalagi sistem ini baru pertama kali diterapkan. Namun tidak banyak yang gubernur sampaikan. Kedatangan beliau kan hanya sebentar. Kalau tidak salah, tak kurang dari 30 menit. Namun beliau sempat memberi semangat pada peserta ujian agar lebih teliti mengisi jawaban,” kata Ruddin, Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKD Sultra, Selasa (14/2). Selain gubernur kata Ruddin, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, H. Lukman Abunawas juga sempat hadir pada pukul 10.00 Wita, Senin (13/2). Sama halnya dengan gubernur, Sekprov ingin melihat langsung pelaksanaan tes penyesuaian ijazah berbasis CAT.

Secara umum, pelaksanaan tes hari kedua berlangsung lancar. Dari 446 pendaftar, semuanya hadir mengikuti ujian. Peserta dari kabupaten/kota bahkan terlihat lebih antusias. Sebagian besar diantara mereka sudah hadir sejak pagi. Setelah itu, tahapan akan dilanjutkan dengan penentuan kelulusan yang direncanakan akan diumumkan seminggu usai pelaksanaan tes.

Sampai kini nilai ambang batas kelulusan masih harus menyesuaikan hasilnya. Bila mengacu pada aturan, nilai minimal untuk dinyatakan lulus 50 poin. Namun bila jumlah kelulusannya minim, bisa ditoleransi hingga 40 poin. Sebab dalam seleksi di tingkat nasional, nilai ambang batasnya masih bisa ditolerir. “Saya kira, peserta sudah bisa mengukur-ukur apakah lulus atau tidak. Usai ujian, hasilnya kan bisa langsung terlihat. Makanya, saya bisa pastikan hasil tesnya tidak ada rekayasa. Dengan menggunakan sistem CAT, seleksi bisa dilakukan secara transparan sehingga hasilnya lebih akuntabel. Apalagi soal antara peserta tidak sama. Berbeda saat masih menggunakan sistem konvensional,” jelas mantan Kasubag Mutasi Pegawai ini. (mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top