Film Molulo Syuting di Pulau Bokori, Arham Kendari Mendadak Artis – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Film Molulo Syuting di Pulau Bokori, Arham Kendari Mendadak Artis

Arham Kendari bersama sejumlah aktor pendukung Film "Molulo Kalau Jodoh Tak Bisa Dipaksa".

Arham Kendari (kiri) bersama sejumlah aktor pendukung Film “Molulo, Jodoh Tak Bisa Dipaksa”.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Film layar lebar yang bertajuk “Molulo, Jodoh Tak Bisa Dipaksa” tengah menjalani serangkaian pengambulin gambar di Kendari, Sultra. Selasa (14/2) hari ni, para pemeran dan kru film sedang berada di Pulau Bokori,  salah satu wisata unggulan Sultra, untuk proses syuting. Movie bergenre komedi romantik tersebut memadukan budaya dan wisata pada tiga provinsi di Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

“Untuk budaya Sultra kita mengangkat Molulo. Tarian ini merupakan simbol persatuan dan persahabatan suku Tolaki. Apalagi tarian ini kita lakukan pada salah satu objek wisata, yakni di Pulau Bokori. Sementara untuk Sulawesi Selatan, selain keindahan alamnya, kita juga tampilkan budaya perjodohan. Sedangkan Sulawesi Tengah kami banyak mengeksplore keindahan wisata setempat,” ungkap, Irham Acho Bachtiar, Sutradara film Molulo Jodoh Tak Bisa Dipaksa.

Film ini sendiri bercerita tentang Tiar (diperankan Andi Arsyil) yang menentang perjodohan dari orang tuanya. Kemudian memilih meninggalkan rumah ke Kendari untuk mencari cinta sejatinya. Di Kota Lulo, Ia menemukan gadis idaman hati, tapi kesulitan mendekatinya. Melalui temannya di Kendari ia sarankan melakukan pendekatan dan ngobrol dengan sang pujaan hati saat acara molulo.

“Film ini bukan lokal Kendari, tapi nasional yang coba mengangkat budaya Sulawesi. Kami coba memadukan budaya Sultra dan Sulsel. Sebagai orang Bugis Makassar saya juga sempat merasakan yang namanya perjodohan. Pesan yang coba kami sampaikan dalam film ini bahwa yang namanya jodoh memang tak bisa dipaksa,” terang Epen Cupen, sutradara Film Komedi tersebut.

Inspirasi film ini sebenarnya dari orang tua sendiri, bapaknya berdarah Bugis Makassar dan Ibu berasal dari Unaaha, Konawe. “Kisah cinta mereka yang berbeda suku mendorong saya mengangkat film ini. Yang jelas cerita film ini sudah disiapkan sejak tahun lalu dan dikemas dalam komedi romantik,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Arsyil pemeran utama dalam film tersebut menjelaskan, tari molulo kelihatan gampang, tapi rupanya sulit saat dilakukan. Tarian yang menjadi simbol persatuan itu, dilakukan dengan melingkar. Selain itu, banyak adegan menarik lainnya dalam syuting yang dilakukan di Kendari.

“Saya sengaja tidak belajar dari awal untuk tari lulo, karena ada adegan latihan molulo. Biar hasilnya lebih nyata dengan tingkat kesulitan yang lebih berasa. Selain budaya dan keindahan alam, kuliner khas Kendari juga akan dimasukan dalam film ini,” jelasnya.
Sebenarnya hal menantang dalam film ini karena masuk kategori road movie yang mesti berpindah dari satu tempat ke lokasi lainnya. Makanya kondisi fisik harus tetap terjaga dengan baik.

“Selain makan yang teratur saya sudah menyiapkan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh,” ujarnya. Sebagai artis yang berasal dari Bugis Makassar, ada kebanggaan tersendiri bermain dalam film yang mengeksplore budaya Sulawesi. Kedepan diharapkan akan semakin banyak film yang mengangkat masalah kekayaan budaya Indonesia. “Next project saya akan mengeksplore Sumatera dan Jawa,” katanya, saat ditemui disela syuting dengan adegan mencari tempat tinggal di Kendari.

Artis lokal Kendari, Arham mengungkapkan, awalnya hanya membantu menulis skenario karena mengenal sutradaranya setelah syuting film “Security Ugal-Ugalan”. “Awal hanya diajak bikin dialog, tapi akhirnya malah diajak bermain film. Ini debut pertama saya difilm layar lebar, apalagi main bersama seorang Andi Arsyil,” tutup Arham Kendari, pengarang buku Jakarta Under Kompor yang mendadak jadi artis ini.  (myu)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top