446 PNS Ikut Tes Penyesuaian Ijazah – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

446 PNS Ikut Tes Penyesuaian Ijazah

KENDARIPOS.CO,ID KENDARI– Perpanjangan masa pendaftaran seleksi penyesuaian ijazah, benar-benar dimanfaatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dua hari jelang penutupan, jumlah pendaftar membludak atau bertambah 200-an peserta.

Kepala Bkd Sultra Hj. Nur Endang Abbas (1)

Hingga penutupan, peserta ujian penyesuaian ijazah mencapai 446 pendaftar. Senin (13/2), peserta penyesuaian ijazah mulai mengikuti tes. Sesuai jadwal, pelaksanaan seleksi yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) akan berakhir hari ini.

Agar bisa dirampungkan dalam dua hari, jadwal pelaksanaan seleksinya cukup padat. Untuk hari pertama, tes dibagi menjadi 5 sesi dengan 40 peserta. Setiap sesi berlangsung selama 2 jam. Sementara pada hari kedua, menjadi 6 sesi. Pasalnya, pelaksanaan seleksi penyesuaian ijazah harus dituntaskan sebelum tanggal 15 Februari atau hari pencoblosan Pilkada serentak.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) tes penyesuaian ijazah bisa dimulai. Sesuai jadwal, pelaksanaanya akan berlangsung hingga besok (hari ini). Pelaksanaan tes kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan baru pertama di Sultra. Bila sebelumnya masih menggunakan sistem manual, mulai tahun ini menggunakan sistem CAT. Makanya, saya bisa pastikan hasil tesnya tidak ada rekayasa. Apalagi bisa langsung terlihat,” kata Hj Nur Endang Abbas, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Senin (13/2).

Untuk saat ini kata mantan Sekretaris Bappeda Sultra, pihaknya belum menentukan ambang batas kelulusan. Panitia masih harus menyesuaikan hasilnya. Bila mengacu pada aturan, nilai minimal untuk dinyatakan lulus 50 poin. Namun bila jumlah kelulusannya minim, bisa toleransi hingga 40 poin. Dalam seleksi di tingkat nasional, ambang batasnya masih bisa ditolerir. Makanya, ambang batas masih akan dikaji ulang pasca pelaksanaan tes.

“Karena baru pertama kali digelar, pemerintah masih memberi toleransi. Inti penggunaan sistem CAT ini agar lebih transparan. Tidak lagi ada kerja sama. Sebab soal antara peserta berbeda. Saat menggunakan sistem konvensional, jawabannya selalu hampir sama. Selain itu, pemerintah ingin mengenalkan sistem IT pada pegawai. Dengan kenaikan pangkat dari golongan II ke III, kapasitas pegawai harus mendukung,” jelas mantan Ketua KNPI Sultra.

Sebagaimana Tes Kompetensi Dasar (TKD) lanjut mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPPPA-KB) Sultra ini, soal ujian penyesuaian ijazah meliputi pengetahuan umum, aturan kepegawaian, bahasa Inggris dan Matematika. Usai mengikuti ujian, hasilnya langsung terprint. Panitia tetap mendahulukan peserta dari daerah atau yang akan melaksanakan Pilkada. Sementara peserta Pemprov ditempatkan disesi akhir dan hari kedua.

“Metode CAT ini tak jauh berbeda dengan seleksi penerimaan CPNS. Sistemnya sama, hanya saja soalnya yang berbeda lantaran lebih teknis. Sebab tes ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan kompetensi pegawai,” pungkas wanita berhijab ini. (b/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top