Gelombang Tinggi, Nelayan Masih Dilarang Melaut – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Gelombang Tinggi, Nelayan Masih Dilarang Melaut

Gelombang tinggi menyebabkan nelayan berlabuh di Teluk Kendari

Gelombang tinggi menyebabkan nelayan berlabuh di Teluk Kendari

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI–Jika pihak Syahbandar menghentikan sementara izin pelayaran kapal tradisional, maka Dinas Kalautan dan Perikanan juga meminta nelayan untuk tak melaut sementara waktu. Sebab gelombang tinggi tidak hanya terjadi di laut lepas namun mendekat hingga ke sisi teluk. Aktivitas para pencari hasil laut itu pun mulai terancam cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, Agus Salim Safrullah menuturkan, demi keselamatan sebaiknya nelayan tak melaut dulu. “Kita imbau nelayan off dulu karena situasi perairan sedang tidak aman,” katanya, Rabu (8/2).

Ia mengingatkan jika kasus nelayan terdampar karena gelombang tinggi sudah banyak terjadi di Sultra. Teranyar, kasus nelayan Wakatobi beberapa hari lalu. “Itu harus menjadi perhatian kita bersama supaya berhati-hati,” tambahnya. Agus Salim mengakui jika larangan melaut itu akan berimbas pada pasokan ikan yang terbatas. Kondisi tersebut tentu memicu naiknya harga di pasaran. Meski begitu, sejauh ini suplay ikan dianggap masih normal.

“Pasti harga ikan akan naik kalau nelayannya tidak melaut. Tapi untuk sementara permintaan pasar masih terpenuhi,” sambungnya. Agus Salim juga memastikan akan menyosialisasikan kondisi cuaca jika sudah membaik. Sebab, rilis cuaca yang dikeluarkan BMKG ikut dipantau melalui website instansinya. “Yang jelas saat ini masih rawan,” tandasnya. (ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top