Jaksa Usut Empat Proyek Jalan dan Irigasi di Muna Barat – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Jaksa Usut Empat Proyek Jalan dan Irigasi di Muna Barat

ilustrasi

ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna mulai melakukan pemeriksaan terhadap pihak pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muna Barat (Mubar) terkait indikasi proyek peningkatan jalan poros di daerah otonomi baru tersebut. Pemeriksaan dilakukan atas dasar laporan masyarakat. Dari hasil peninjauan lapangan dan telaah awal, pengerjaan proyek yang dilakukan pihak rekanan berbendera Carmita Waode, Fatdeko Tama Jaya, Budi Utama Sultra serta Rizky Ilham Bersaudara dianggap tak memenuhi spesifikasi.

Kasi Intel Kejari Muna, La Ode Abdul Sofyan, SH yang dikonfirmasi Jumat (3/2) menuturkan, sejauh ini pihaknya baru memanggil dua orang untuk dimintai keterangan. Mereka adalah Kadis PU Mubar, Zet Rambak dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), La Ode Butolo. “Semua pihak yang terlibat akan diperiksa. Mulai dari pejabat Dinas PU, PPK, pemeriksa hasil pekerjaan, bendahara, DPPKAD serta konsultan. Kami sudah cek pekerjaannya, ada dugaan penyimpangan, ” yakin La Ode Abdul Sofyan di Kejari Muna.

Ia juga membenarkan, Kepala Dinas PPKAD Mubar, Zakaruddin datang di Kejari pagi tadi untuk mengklarifikasi terkait pengerjaan irigasi Katangana I, Wakoila-Waturempe, Wuna-Lafinde dan Lafinde-Mapiraha. “Kita tidak panggil. Hanya inisiatif beliau datang. Tentunya, mengkonfirmasikan mekanisme pencairan anggaran. Tapi berapa pencairannya, belum bisa disampaikan, ” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKAD Mubar, Zakarudin saat ditemui mengaku datang ke kejaksaan bukan karena ada panggilan. Melainkan mengonfirmasikan pencairan anggaran dalam proyek tersebut sesuai dokumen administrasi yang diserahkan ke instansinya. “Saya bukan orang teknik. Secara administrasi, kita tidak salah. Saya tidak tahu di lapangan. Jelasnya, bila dokumen lengkap, dicairkan. Yang dicairkan baru 65 persen. Dan itu APBD wajib kita cairkan,” jelasnya. Untuk diketahui, pengusutan dilakukan atas laporan dugaan korupsi proyek Katangana I dan peningkatan tiga ruas jalan poros. Mulai dari pengerjaan proyek jaringan irigasi Katangana I di desa Parura Jaya Kecamatan Tiworo Selatan dari DAK 2015 dengan plot anggaran Rp 6,9 miliar yang dikerjakan oleh PT Carmelita Waode, peningkatan jalan pertama poros Lafinde-Mapeeaha Kecamatan Sawerigadi bernilai kontrak Rp 3,6 miliar bersumber dari DAU 2015 yang dikerjakan PT Fatdeca Tama Jaya. Ada pula proyek peningkatan jalan kedua poros Wuna-Lafinde, Kecamatan Sawerigadi sebesar Rp 3,2 miliar dan dikerjakan PT Budi Utama Sultra serta proyek peningkatan lainnya poros Wakoila- Waturempe Kecamatan Tikep Rp 3,9 miliar oleh PT Rizky Ilham Bersaudara. (ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top