Waspada Cuaca Buruk. Simak Nih Kata BMKG – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Waspada Cuaca Buruk. Simak Nih Kata BMKG

kendaripos.fajar.co.id BAUBAU- Kondisi cuaca di Baubau belakangan ini sedang kurang bersahabat. Hujan lebat disertai angin kencang plus petir, terus melanda daerah pemilik benteng terluas di dunia tersebut. Pihak BMKG memprediksi, situasi ini akan terus belanjut hingga beberapa hari kedepan.

hujan-dan-cuaca-buruk

Menghindari hal tidak diinginkan, para nelayan maupun masyarakat pada umumnya, diminta waspada saat berada di laut. Sebab, kencangnya angin dapat menimbulkan gelombang tinggi sehingga bisa mengancam keselamatan. Himbauan itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Kota Baubau.

“Tinggi gembang air laut mulai dari satu meter hingga tiga meter. Itu akan berlangsung selama empat hari kedepan. Sehingga, kami mengimbau masyarakat yang melalui jalur laut khususnya para nelayan, untuk berhati-hati. Soalnya, kondisi cuaca belakangan ini kurang baik,” ungkap Galuh Purbasari, Prakirawan Cuaca BMKG Kota Baubau saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/2).

Cuaca buruk tersebut, lanjut dia, juga melanda daerah sekitanya seperti Kabupaten Muna dan Wakatobi. Hal itu, dikarenakan adanya aktivitas angin musom Asia yang berhembus dari tekanan tinggi yaitu, daratan Asia menuju tekanan rendah daratan Indonesia. Sehingga, mengakibatkan banyaknya masa udara cumulonimbus dan colombus yang menuju wilayah Indonesia. Diantaranya Kota Baubau, Muna dan Wakatobi.

“Hembusan angin kencang 15 knot atau 30 menit perjam yang menimbulkan gelombang air laut juga melanda pulau Muna dan Wakatobi. Begitu pula dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai petir. Makanya, kami harap agar masyarakat lebih berhati-hati,” ingatnya.

Jumlah hari cuaca buruk tersebut, lanjut Galuh tidak menutup kemungkinan bertambah. Sebab, aktivitas angin musom Asia masih berlanjut dan aktif. “Istilahnya, angin musom Asia masih menetap. Sehingga menimbulkan banyaknya pertumbuhan awal hujan. Ditambah lagi, kelembaban udara di Kota Baubau mencukupi untuk terjadinya hujan. Sentara untuk badai petir akan terus berkurang, karena sudah masuk musim penghujan,” imbuhnya. (b/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top