Lagi, Gubernur Resmikan Laika Waraka dan Laika Mendidoha di RSUD Bahteramas – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Lagi, Gubernur Resmikan Laika Waraka dan Laika Mendidoha di RSUD Bahteramas

RSUD Bahteramas

RSUD Bahteramas

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIPembenahan dan peningkatan pelayanan RSUD Bahteramas terus dilakukan. Rabu (1/2), peresmian salah satu gedung di RSUD Bahteramas kembali dilakukan oleh Gubernur Sultra, H Nur Alam. Gedung dimaksud adalah gedung bagi pasien kelas III di RSUD. Gedung yang pembangunannya dibiayai melalui dana CSR PT Vale, ini bersebelahan dengan ruang VVIP. Fasilitas yang disiapkan pun cukup memadai. Ada 149 tempat tidur di dalamnya. Selain lebih luas, juga dilengkapi pendingin ruangan.

Bersamaan dengan itu, turut diresmikan pula gedung penunjang dan ruang VIP. Gedung penunjang difungsikan sebagai pusat instalasi farmasi, laboratorium dan instalasi rehabilitasi, yakni pengobatan bagi para penderita pasca stroke. Sementara ruang VIP berisi 48 tempat tidur. Yang menarik, penamaan ruang rawat inap ini menggunakan bahasa lokal (Tolaki). Untuk ruang kelas III diberi nama Laika Waraka (rumah sehat), sementara ruang VIP Laika Mendidoha (rumah umur panjang).

“Alhamdullilah, satu persatu fasilitas RS telah kita bangun. Hari ini (kemarin), tiga gedung sudah bisa dioperasikan. Namun ini belum selesai. Proyek pembangunan RSUD Bahteramas baru mencapai 80 persen. Insya Allah, sebelum saya dan Pak Saleh Lasata (wakil Gubernur) mengakhiri masa jabatan kami, bisa diselesaikan,” kata Nur Alam.

Mantan wakil Ketua DPRD Sultra mengungkapkan, pembangunan RSUD tidak mudah. Apalagi APBD saat itu hanya sebesar Rp 600 miliar. Namun hal itu tak menjadi halangan. Pemerintah lalu mencari pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Selain itu, pemerintah mencoba merangkul beberapa investor. Upaya pemerintah ini ternyata berhasil. PT Vale dan PT Antam memberi respon positif. Tidak hanya melalui dana CSR, namun juga bantuan lainnya.

“Awalnya, ada pihak yang tidak sepakat. Sebab pinjaman PIP dikhawatirkan akan menjadi beban APBD maupun pejabat mendatang. Namun secara perlahan, kekhawatiran itu terjawab. Pinjaman PIP bisa dilunasi sebelum masa jabatan kami berakhir,” kata mantan Ketua DPW PAN Sultra ini.

Nur Alam mengaku sengaja memasukan unsur lokal untuk penamaan ruangan. Sebagai RS milik daerah, tak ada salahnya menggunakan bahasa lokal. Dengan begitu, ada rasa memiliki. Kedepan, ia berharap agar ruangan di RSUD Sultra diubah menjadi bahasa lokal. Kalau hari ini, ada bahasa Tolaka yang digunakan. Kedepan, ada ruangan berbahasa Muna dan Buton.

“Saya minta Direktur RSUD menata penamaan ruangan. Kalau bisa segera gantikan dengan istilah lokal. Setiap ruangan diberi nama berbeda diambil dari bahasa Muna, Buton, Tolaki dan etnis lainnya. Kan, ruangan RS ini masih banyak. Jadi masih bisa dibagi-bagi,” kata suami anggota DPR RI, Hj. Asnawati Hasan itu.

Sementara itu Direktur RSUD Bahteramas, dr. Yusuf Hamra mengatakan penambahan fasilitas pelayanan menjadi tantangan baru. Dengan adanya tiga gedung baru ini, secara otomatis akan menambah beban biaya operasional. Meskipun memiliki tugas layanan kesehatan, RS tetap dituntut memdapatkan profit. Ia berharap, capaian laba yang meningkat selama tiga tahun terakhir ini bisa terus dipertahankan.

“Tahun lalu, laba rumah sakit mencapai Rp 78 miliar. Tahun ini, kalau bisa bisa Rp 100 miliar. Apalagi dengan adanya ruang perawatan baru. Hanya saja, kalau tata kelolanya buruk bisa berimbas pada penerimaaan RS. Apalagi cukup banyak petugas medis RS yang bukan berstatus PNS atau masih kontrak. Untuk mendukung operasional gedung pasien kelas III, BLUD merekrut 73 tenaga kontrak,” katanya.

Tahun ini sambungnya, pihaknya berencana membangunan beberapa gedung baru. Diantaranya, ruang perawatan kemoterapi, ruangan isolasi dan lainnya. Ruang isolasi ini sudah sangat urgen untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular seperti flu burung, flu babi atau penyakit lain. Setiap penumpang pesawat yang sakit, bisa langsung ditangani di ruang isolasi. Begitupun dengan pasien TB akut, paru dan lainnya. (mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top