Indra Bekti Gendong Mayat Buah Hati – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Selebritas

Indra Bekti Gendong Mayat Buah Hati

KHLAS: Indra Bekti saat memakamkan anak ketiganya kemarin. Bayi itu lahir prematur di usia kehamilan lima bulan. Foto: GLANDY BURNAMA/JAWA POS

KHLAS: Indra Bekti saat memakamkan anak ketiganya kemarin. Bayi itu lahir prematur di usia kehamilan lima bulan. Foto: GLANDY BURNAMA/JAWA POS

kendaripos.fajar.co.idKeinginan Indra Bekti, 39, dan istrinya, Aldilla Jelita, memiliki anak laki-laki tertunda.

Ayah dua putri itu harus merelakan kepergian putra pertamanya, Kenward Athar Indrabekti, yang meninggal setelah lahir prematur lima bulan pada Senin (31/1) pukul 23.43 di RS Brawijaya, Jakarta Selatan.

Kemarin pagi (1/2) jenazah Ken dimakamkan di TPU Kamboja, kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Ken disemayamkan di sebelah makam mendiang orang tua Indra, Aruji Priyanto dan Syaprida.

’’Kami dari keluarga maunya seperti itu supaya Ken dekat dengan kakek-neneknya,’’ ujar Indra.

Dia lantas bercerita mengenai serangan bakteri yang menimpa istri dan anaknya.

Pada 16 Januari, Aldilla dibawa ke rumah sakit karena tiba-tiba demam dan tidak enak badan.

’’Namanya juga ibu hamil, harus segera dapat pertolongan supaya bayinya nggak kenapa-kenapa,’’ ujar Indra dengan mata yang masih memerah karena menangis.

Setelah diskrining, rupanya Aldilla terserang bakteri jenis Enterobacter cloacae di saluran kemih yang dekat dengan mulut rahim. Penyebabnya belum diketahui secara pasti.

’’Tapi, kemungkinan kata dokter, itu terjadi karena terlalu sering menahan buang air kecil atau kurang terjaganya kebersihan. Akhirnya, bakteri berkembang biak,’’ kata Indra.

Dia menambahkan, jenis bakteri itu sangat resistan dan selalu berhasil membuang obat yang diberikan.

Apalagi, obat yang diberikan untuk Aldilla bukan obat keras. ’’Kan nanti bisa ngefek ke janin kalau obatnya terlalu keras,’’ ujar Indra.

Rupanya, bakteri yang menyerang Aldilla sudah parah. Saat berada di rumah sakit, Aldilla sempat mengalami pendarahan.

’’Dia benar-benar panik dan takut. Akhirnya, sama dokter dikasih obat dan terapi,’’ kata Indra.

Kondisi sang istri sempat membaik setelah beberapa hari dirawat. Indra pun membawa Aldilla kembali pulang.

Namun, pada 27 Januari, kondisi Aldilla kembali memburuk. Dia balik ke rumah sakit. ’’Saat itu dokter bilang janinnya juga sudah kena pengaruh bakteri dan kondisi Aldilla drop. Worst case, janinnya harus dikeluarkan,’’ ujar Indra.

Dokter pun sudah mengatakan bahwa Indra dan Aldilla harus siap dengan kemungkinan terburuk.

Benar saja, setelah Aldilla melahirkan Ken, bayi mungil itu hanya bertahan sekitar 20 menit. Tim medis dan dokter sudah memberikan alat bantu napas.

Sayang, takdir berkata lain. Indra dan Aldilla harus merelakan kepergian Ken selama-lamanya. ’’Sedih pasti. Tapi, saya harus ikhlasin semua ini,’’ kata Indra.

Aldilla kini masih berada di rumah sakit untuk pemulihan dan pengobatan lanjutan.

’’Sekarang dia masih istirahat karena lelah fisik sekaligus sedih sekali,’’ katanya.

’’Terima kasih ya untuk semua ucapan belasungkawa dan doanya,’’ tambah Indra sebelum pamit masuk ke rumahnya. (len/c19/ayi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top