Razak-Haris Rasionalisasi PBB, ADP-Sul Berbasis Teknologi, Zayat-Suci Sekolah Gratis – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Razak-Haris Rasionalisasi PBB, ADP-Sul Berbasis Teknologi, Zayat-Suci Sekolah Gratis

Tiga pasangan calon Walikota Kendari, yang debat Pilwali Selasa malam (31/1).

Tiga pasangan calon Walikota Kendari, yang debat Pilwali Selasa malam (31/1).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Adu program. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari perang visi misi. Mereka memaparkan berbagai strategi pembangunan Kota Kendari, mengidentifikasi permasalahan yang ada dan memberikan solusi saat memimpin ke depan. Adu konsep itu dipertontonkan melalui debat kandidat sesi kedua di Hotel Grand Clarion Kendari, Selasa malam  (31/1).

Debat kandidat yang dipandu Widya Saputra itu berlangsung seru. Tiga pasangan calon, Rasak-Haris, ADP-Sul, dan Zayat-Suri Syahriah memberikan statemen-statemen terbaiknya untuk mendapatkan simpati para pemilih di Kota Kendari. Mereka saling uji kemampuan melalui pertanyaan para kontestan pada babak tanya jawab. Meski demikian, tiga konstestan Pilwali Kendari tetap akur usai debat dilaksanakan.

Mereka terlihat begitu harmonis setelah tahapan debat kandidat berakhir. Saling sapa, saling rangkul, dan memberi salam persahabatan. Pada kelompok pendukung masing-masing calon terdengar saling lempar pantung, namun mereka tetap tertib tanpa gesekan. Mereka meninggalkan lokasi debat secara teratur, penuh kekompakan dan memperlihatkan jika Pilwali Kendari tetap berjalan aman dan damai. Menunjukkan pesta demokrasi di metro ini semakin cerdas.

Pantauan Kendari Pos, pukul 19.30 Wita para pendukung dan simpatisan masing-masing Paslon telah memadati Hotel Grand Clarion. Antusiasme para pendukung dan simpatisan masing-masing Paslon membuat suasana hangat dapat dirasakan sebelum debat dimulai. Beberapa tokoh politik Sultra pun ikut hadir memberikan semangat kepada para jagoannya. Para tokoh yang terpantau hadir untuk memberikan dukungan kepada Paslon Rasak-Haris adalah, Normadia, Toni Herbiansyah, Imam Al Gazali dan Masyhur Masie Abunawas. Kemudian tokoh yang hadir untuk memberikan dukungan kepada Paslon ADP-Sul yakni, H Imran, Abdurrahman Shaleh, Sukarman, Syamsuddin Rahim dan Ishak Ismail. Sedangkan tokoh politik yang hadir untuk memberikan semangat pada Paslon Zayat-Suri Syahriah yakni, Muh Endang, Sabri Manomang, Umar Bonte dan Rifai Pedansa.

Para tokoh tersebut tampak antusias memberikan dukungan. Hal itu dapat terlihat ketika para tokoh tersebut larut dalam eforia debat Pilwali Kendari. Mereka terlihat ikut bersorak meneriakkan nomor urut jagoannya masing-masing setelah kandidat yang bersangkutan memberikan statmen atas pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator ataupun pasangan kandidat lain.
Antusiasme dan efouria pendukung masing-masing pasangan calon yang tinggi membuat Widya Saputra (moderator) memberikan teguran berkali-kali. Para tokoh politik yang hadir pun turut membantu untuk menenangkan para pendukung dan simpatisan yang hadir. “Mohon tenang. Debat tidak akan dilanjutkan apabila keadaan tidak kembali tenang,” ancam Widya.

Acara debat sesi kedua tersebut sesungguhnya sempat memanas. Hal itu dikarena kendala teknis yang dialami oleh pasangan Muh Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah. Hal itu dikarenakan, saat Muh Zayat akan menjawab pertanyaan dari moderator, Widya Saputra audio atau microphone mengalami gangguan teknis. Gangguan tersebut sontak membuat pendukung paslon nomor 3 geram.
Dalam debat sesi kedua tersebut masing-masing kandidat saling mempertanyakan persoalan yang terjadi di masyarakat. Persoalan yang menjadi tanya jawab antara pasangan calon itu terkait dengan persoalan pendidikan anak, Pajak Bumi dan Bangunan, persoalan air bersih. Acara yang berlangsung selama 90 menit tersebut ketiga calon kembali memaparkan visi dan misi untuk membangun Kota Kendari lebih baik kedepan. Ketiga kandidat yang bertarung pun kembali memaparkan terkait betapa pentingnya pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat kota Kendari.

Dalam pemaparan pasangan nomor urut 1 Abdul Razak-Haris mengaku dalam program 100 hari kerjanya saat terpilih menjadi Wali Kota Kendari siap merasionalisasikan PBB. “Kita akan rasionalisasikan PBB kedepan,” ungkap Razak.

Kemudian pasangan nomor urut 2 Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain memaparkan soal arah pembangunan kota yang berbasis teknologi. Untuk mewujudkan capaian tersebut pihaknya telah menyusun beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah umum dan masalah usus yang ada di kota Kendari masalah umum dan masalah khusus yang dimaksud adalah yang berkaitan mengenai masalah pedagang kaki lima kemudian.

Terakhir pasangan Muh Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud memaparkan terkait dengan program pendidikan bagi anak. Ia memastikan saat dirinya terpilih menjadi Wali Kota Kendari tak akan ada lagi anak-anak yang berkeliaran di jalan atau lampu merah. “Semua sekolah harus gratis tanpa terkecuali,” tuturnya.

Dengan berakhirnya debat sesi kedua itu, Ketua KPU Kota Kendari Hayani Imbu mengaku bersyukur. Kini pihaknya pun akan tetap fokus untuk menyelesaikan tugasnya hingga tanggal 15 Februari mendatang. “Kita bersyukur debat berjalan lancar meski ada beberapa kendala, tapi itu hanya kendala teknis. Keadaan juga berjalan lancar dan aman, kami sangat bersyukur,” pungkasnya. (yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top