Petani Jeruk Siompu Ini Raup Laba Rp.70 Juta Sekali Panen – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Petani Jeruk Siompu Ini Raup Laba Rp.70 Juta Sekali Panen

Petani Jeruk Siam Madu, Sobirin, tengah memantau kondisi pohon jeruk di kebunnya yang terletak di Desa Aunupe Kecamatan Wolasi, Konsel. Foto: Kamaluddin/Kendari Po

Petani Jeruk Siam Madu, Sobirin, tengah memantau kondisi pohon jeruk di kebunnya yang terletak di Desa Aunupe Kecamatan Wolasi, Konsel. Foto: Kamaluddin/Kendari Po

kendaripos.fajar.co.id,ANDOOLO–-Meraih kesuksesan dengan bidang yang digeluti, tentu menjadi harapan setiap orang. Impian ini pula yang akhirnya bisa diwujudkan Sobirin, Petani Jeruk Siam Mdu yang beralamat di Desa Aunupe Kecamatan Wolasi, Konsel.

Sekilas tak ada yang istimewa dari penampilan pria yang berumur 40 tahun ini. Dengan penampilan sangat sederhana khas seorang petani, Sobirin yang baru saja membersihkan rumput di sekitar pohon jeruk produktifnya, pun berkisah tentang bagaimana dirinya mengolah kebun jeruk seluas 2 hektar produktif tersebut hingga mampu meraup Rp 70 juta sekali panen.

Sempat menanam pohon coklat tahun 2006, namun hasilnya kurang menguntungkan. Kegagalan tersebut, tak membuatnya putus asa. Semangatnya justru berkobar setelah Dinas Pertanian setempat memberikan peluang melalui program pengembangan Hortikultura khususnya pengembangan Jeruk Siam Madu.

“Alhamdulillah, setelah melaluinya dengan kesabaran dan keuletan. Saya sudah berulang kali panen. Sekali panen untung mencapai Rp 70 juta. Tentu apa yang kami peroleh ini berkat dukungan dari Pemkab, apalagi ada bantuan pupuk subsidi sehingga memudahkan pengolahan tanaman dan lebih efisien,” terangnya.

Ia pun merinci, setiap pohon jeruk yang sehat dapat menghasilkan 300-400 buah satu pohon per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per pohonnya. Soal pemasaran saat ini lebih mudah karena sudah ada pemasok langsung sehingga pemasarannya pun tanpa kendala. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sebelumnya yang harus turun tangan menjual hasil kebunnya ke pasar-pasar tradisional di Konsel dan Kota Kendari.

Berkat jerih payahnya, suami dari Towiah ini pun sukses menyelesaikan studi sarjana di Universitas Terbuka Kendari. Bahkan, kedua anaknya bisa bersekolah dengan nyaman tanpa harus memikirkan biaya pendidikan mereka. Selain itu, ia pun akhirnya tercatat sebagai PNS di Konsel.

“Sebenarnya, saya sudah konsen menjadi petani jeruk. Namun ada peluang, ya, saya coba saja. Rupanya bisa menjalaninya dengan baik, tanpa harus mengabaikan perkebunan saya. Saya juga melibatkan beberapa orang untuk membantu, terutama saat panen tiba,” beber sarjana pendidikan ini.

Diakuinya, kebun jeruk yang digarap mencapai 8 hektar. Namun yang produktif saat ini tinggal 2 hektar. Kata dia, hasil dari kerja kerasnya itu telah mengubah kehidupannya yang dulu sangat pas-pasan sekarang sudah bisa perbaiki rumah, jadi sarjana. Bahkan sudah menjadi PNS.

Meskipun dirinya adalah PNS tapi ia masih menjalani profesi sebelumnya sebagai petani jeruk dengan membagi waktu yang ada. Tak hanya itu, ia pun mampu mengembangkan usaha mikro lainnya, seperti pengecer pupuk se Kecamatan Wolasi. Usaha ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan sejumlah orang yang dipekerjakannya. (kamal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top