Waspada, Maling Sapi Beraksi Lagi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Waspada, Maling Sapi Beraksi Lagi

kendaripos.fajar.co.id WANGGUDU- Warga Konawe Utara yang memiliki ternak baiknya mulai sekarang berhati-hati. Kalau punya sapi, baiknya dikandangkan saja. Supaya tidak mengalami nasib kurang baik seperti dialami pemilik ternak asal Desa Abola Kecamatan Lasolo. Beberapa sapinya menjadi korban pencurian.

images (8)

Seperti dialami Nafsiah, Kepala Desa Abola Kecamatan Lasolo. Ada dua ekor sapi betina miliknya digasak pencuri. Yang bikin sakit hati, si penciri hanya meninggalkan usus dan kepala sapi saja, sementara dagingnya dibawa kabur. Dua sapi tanpa daging itu ditemukan di Desa Otipulu Kecamatan Lasolo, tepatnya disalah satu kebun milik warga.

Kapolsek Lasolo, Ipda Hermanto melalui Kanitreskrim, Bripka Djosra menuturkan, pencurian sapi kemungkinan terjadi pada Minggu (22/1) dini hari saat warga terlelap. “Dua ekor sapi itu diketahui milik Kepala Desa Abola, Nafsiah. Menurut informasi warga tak jauh dari penemuan sekira pukul 01.00 ada suara gorokan sapi tak jauh dari lokasi ditemukannya usus sapi. Disitu pelaku hanya meninggalkan jejak usus dan kepala sapi yang tidak sempat dibawa pelaku,” jelas Bripka Djosra, Kanitreskrim Polsek Lasolo, kemarin.

Ditambah lagi, semalam wilayah Konut, terjadi pemadaman lampu. Sehingga diperkirakan pencurian sapi dilakukan disaat lampu padam. Modus para pelaku pencurian sapi dengan cara memberikan pisang yang telah terisi potaks (racun). Disitulah para pencuri menguliti dan mengambil daging sapi.

“Modus yang digunakan masih sama dengan kasus serupa yang pernah diungkap sebelumnya. Mereka menggunakan pisang dengan racun potaks,” jelasnya.

Pihak kepolisian kini masih sementara melakukan pendalaman siapa pelaku pencurian sapi yang sering beroperasi di wilayah Konut. Entah pemain lama atau pemain baru. “Kita sudah kerahkan anggota untuk menelusuri kasus ini. Apalagi hari ini minggu. Siapa tahu para pelaku melakukan penjualan hasil curian dipasar. Ditaksir kerugian korban pemilik sapi sekira Rp 18 juta,” imbuhnya. (c/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top